archive-id.com » ID » P » PUSLITKARET.CO.ID

Total: 270

Choose link from "Titles, links and description words view":

Or switch to "Titles and links view".
  • EFEKTIVITAS BAKTERI ANTAGONIS (Pseudomonas sp.) UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT CABANG JAMUR UPAS (Corticium salmonicolor)
    pada batang dan cabang tanaman karet tidak sepopuler serangan penyakit daun maupun akar meskipun demikian dampak kerugian yang disebabkan oleh kerusakan cabang dan batang cukup tinggi terutama di daerah yang mempunyai curah hujan tinggi dan kelembaban tinggi Untuk itu perlu ditemukan mikroorganisme antagonis efektif dan efisien untuk pengendalian penyakit cabang jamur upas seperti bakteri Pseudomonas sp Oleh karena itu perlu penegasan mengenai keefektifan dari Pseudomonas sp tersebut dengan melakukan pengujian kembali Pengujian dilakukan dengan cara mengoleskan Pseudomonas sp pada cabang yang terserang jamur upas dengan berbagai tingkat serangan Perlakuan dilakukan sebanyak empat kali dengan interval satu minggu Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok RAK non faktorial dengan 7 perlakuan yang terdiri dari Pseudomonas sp tanpa penyimpanan satu bulan penyimpanan dua bulan penyimpanan dan tiga bulan penyimpanan dua macam fungisida kimia Triadimefon dan Heksakonazol dan kontrol tanpa aplikasi Masing masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan 20 tanaman sampel pada setiap unitnya Pengamatan dilaksanakan setiap bulan setelah aplikasi ke empat dengan parameter persentase kesembuhan penyakit Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pseudomonas sp dengan penyimpanan selama tiga bulan memiliki kemampuan terbaik mengendalikan penyakit jamur upas di lapangan dengan persentase kesembuhan

    Original URL path: http://puslitkaret.co.id/jurnal-penelitian-karet/109-jurnal-penelitian-karet-32-10.html (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • PENGARUH JENIS MATA ENTRES DAN KLON TERHADAP KEBERHASILAN OKULASI DAN PERTUMBUHAN TUNAS PADA OKULASI HIJAU DI POLIBEG
    PENGARUH JENIS MATA ENTRES DAN KLON TERHADAP KEBERHASILAN OKULASI DAN PERTUMBUHAN TUNAS PADA OKULASI HIJAU DI POLIBEG Pada saat ini pengadaan bahan tanam karet dengan cara okulasi tanaman muda langsung di polibeg sedang berkembang terutama di perkebunan besar Pertanyaan yang sering dilontarkan para pekebun adalah jenis mata okulasi apa yang cocok untuk digunakan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mata okulasi terhadap persentase keberhasilan dan pertumbuhan tunas hasil okulasi hijau di polibeg Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Sungei Putih menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor yaitu jenis klon PB 260 dan IRR 118 dan jenis mata okulasi yaitu mata daun hijau MDH mata daun coklat MDC mata sisik hijau MSH dan mata sisik coklat MSC Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk okulasi hijau dalam polibeg jenis mata yang paling sesuai adalah mata sisik hijau MSH Meskipun persentase keberhasilannya tinggi 90 5 tunas yang tumbuh dari MSH relatif lebih kecil dibandingkan dengan jenis mata entres lainnya sehingga pemeliharaan setelah okulasi tumbuh sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan tunas Pada kondisi MSH tidak mencukupi okulasi hijau di polibeg dapat dilakukan dengan menggunakan mata sisik coklat MSC dan mata daun hijau MDH namun tidak dianjurkan menggunakan mata daun coklat MDC

    Original URL path: http://puslitkaret.co.id/jurnal-penelitian-karet/107-jurnal-penelitian-karet-32-21.html (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • POTENSI DAN KOMPATIBILITAS MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR (MVA) DENGAN BIBIT TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis MUELL Arg.) KLON PB 260
    Tujuan penelitian adalah untuk menguji potensi dan kompatibilitas Mikoriza Vesikular Arbuskular MVA dengan bibit karet Hevea brasiliensis MUELL Arg klon PB 260 yang masih mempunyai daun payung dua berasal dari Balai Penelitian Sungei Putih di rumah kaca Uji potensi dan kompatibilitas dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok RAK non faktorial dengan tiga ulangan dan delapan perlakuan MVA yaitu dua isolat MVA indigenous karet lima isolat MVA koleksi laboratorium Biologi Tanah FP USU dan tanpa MVA kontrol Diinnokulasikan spora MVA sesuai perlakuan dengan memberikan sebanyak 20 spora per polibeg disekitar perakaran bibit tanaman karet Pengamatan dilakukan setelah terbentuk daun payung tiga Variabel yang diamati meliputi derajat infeksi akar oleh mikoriza serapan hara P dan pertumbuhan tanaman Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari beberapa isolat yang diujikan ternyata isolat Acaulospora sp 1 kuning besar dan isolat Acaulospora sp 2 kuning kecil mempunyai kemampuan beradaptasi yang tinggi dengan bibit tanaman karet yang diujikan ditunjukkan oleh derajat infeksi akar yang tinggi yaitu 55 dan 48 yang berbeda sangat nyata dari perlakuan lain Untuk serapan unsur hara P tanaman yang diinokulasi dengan kedua isolat ini mempunyai kandungan P yang tertinggi masing masing 34 mg P dan 35 mg P Kedua isolat ini adalah isolat koleksi Laboratorium FP

    Original URL path: http://puslitkaret.co.id/jurnal-penelitian-karet/108-jurnal-penelitian-karet-32-31.html (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • EFEKTIVITAS BAKTERI ANTAGONIS (Pseudomonas sp.) UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT CABANG JAMUR UPAS (Corticium salmonicolor)
    pada batang dan cabang tanaman karet tidak sepopuler serangan penyakit daun maupun akar meskipun demikian dampak kerugian yang disebabkan oleh kerusakan cabang dan batang cukup tinggi terutama di daerah yang mempunyai curah hujan tinggi dan kelembaban tinggi Untuk itu perlu ditemukan mikroorganisme antagonis efektif dan efisien untuk pengendalian penyakit cabang jamur upas seperti bakteri Pseudomonas sp Oleh karena itu perlu penegasan mengenai keefektifan dari Pseudomonas sp tersebut dengan melakukan pengujian kembali Pengujian dilakukan dengan cara mengoleskan Pseudomonas sp pada cabang yang terserang jamur upas dengan berbagai tingkat serangan Perlakuan dilakukan sebanyak empat kali dengan interval satu minggu Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok RAK non faktorial dengan 7 perlakuan yang terdiri dari Pseudomonas sp tanpa penyimpanan satu bulan penyimpanan dua bulan penyimpanan dan tiga bulan penyimpanan dua macam fungisida kimia Triadimefon dan Heksakonazol dan kontrol tanpa aplikasi Masing masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan 20 tanaman sampel pada setiap unitnya Pengamatan dilaksanakan setiap bulan setelah aplikasi ke empat dengan parameter persentase kesembuhan penyakit Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pseudomonas sp dengan penyimpanan selama tiga bulan memiliki kemampuan terbaik mengendalikan penyakit jamur upas di lapangan dengan persentase kesembuhan

    Original URL path: http://puslitkaret.co.id/jurnal-penelitian-karet/109-jurnal-penelitian-karet-32-37.html (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • PENGARUH ORGANOBENTONIT DAN ASAM STEARAT TERHADAP KARAKTERISTIK PEMATANGAN DAN SIFAT MEKANIK VULKANISAT KARET ALAM
    Skip to content PENGARUH ORGANOBENTONIT DAN ASAM STEARAT TERHADAP KARAKTERISTIK PEMATANGAN DAN SIFAT MEKANIK VULKANISAT KARET ALAM Organobentonit telah berhasil disintesis dari bentonit alam dengan penambahan surfaktan Organobentonit ini digunakan sebagai alternatif bahan pengisi pada kompon karet alam Seluruh kompon dibuat dengan menggunakan metode pelelehan kompon di dalam gilingan terbuka Hasil penelitian menunjukkan bahwa torsi maksimum Smax torsi minimum Smin dan perbedaan torsi Smax Smin pada kompon karet alam dengan bahan pengisi organobentonit NR OB lebih tinggi daripada kompon karet alam tanpa bahan pengisi NR dan kompon karet alam dengan bahan pengisi bentonit NR B yang menunjukkan bahwa derajat ikatan silang antara molekul karet dengan bahan pemvulkanisasi belerang semakin banyak terbentuk pada NR OB Pemakaian organobentonit dan asam stearat pada kompon karet alam mempercepat waktu kematangan optimum t90 dan waktu pematangan dini ts2 Sifat mekanik pada vulkanisat NR OB juga mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan sifat mekanik pada vulkanisat NR dan NR B Pemakaian asam stearat pada organobentonit secara eksitu NR S OB lebih meningkatkan sifat mekanik vulkanisat karet alam dibandingkan secara insitu NR OB dan memiliki beberapa karakteristik sifat mekanik vulkanisat karet alam yang lebih baik daripada vulkanisat karet alam yang berbahan pengisi carbon black NR CB Kegiatan Previous

    Original URL path: http://puslitkaret.co.id/jurnal-penelitian-karet/110-jurnal-penelitian-karet-32-45.html (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • PEMBUATAN BAHAN PELUNAK ALAMI UNTUK KOMPON KARET MELALUI REAKSI HIDROGENASI MINYAK JARAK CASTOR
    PEMBUATAN BAHAN PELUNAK ALAMI UNTUK KOMPON KARET MELALUI REAKSI HIDROGENASI MINYAK JARAK CASTOR Bahan pelunak karet merupakan salah satu bahan kimia yang ditambahkan saat pembuatan kompon untuk melunakan karet sehingga memudahkan pencampuran dan mempersingkat waktu pengkomponan Minyak jarak castor termodifikasi berpeluang dikembangkan sebagai bahan pelunak karet alami yang dapat mensubstitusi bahan pelunak berbasis minyak bumi Pada penelitian ini dipelajari pembuatan bahan pelunak karet alami dari minyak jarak castor melalui reaksi hidrogenasi Tahapan dalam penelitian mengikuti alur berikut 300 ml minyak jarak castor ditambah dengan N2H4 55 dan H2O2 42 pada berbagai konsentrasi setelah tercapai suhu reaksi 25oC dan 40oC selama 7 jam Pada akhir reaksi air yang terbentuk dipisahkan dari minyak jarak castor terhidrogenasi Minyak jarak castor terhidrogenasi bebas air kemudian dikarakterisasi Minyak jarak castor terhidrogenasi dengan spesifikasi terbaik selanjutnya disintesis pada skala yang lebih besar Hasil percobaan menunjukkan bahwa selama reaksi terjadi perubahan suhu warna dan fasa serta timbul buih dan gas Karakterisasi minyak jarak castor terhidrogenasi mengindikasikan bahwa kondisi optimal reaksi hidrogenasi diperoleh pada konsentrasi N2H4 55 sebesar 2M H2O2 42 sebesar 0 6M dan suhu reaksi 40oC Berdasarkan nilai bilangan iod minyak jarak castor terhidrogenasi tersebut termasuk dalam bahan pelunak dari golongan minyak nabati terhidrogenasi Tipe II

    Original URL path: http://puslitkaret.co.id/jurnal-penelitian-karet/111-jurnal-penelitian-karet-32-56.html (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • KARAKTERISASI MINYAK JARAK TERHIDROGENASI SEBAGAI BAHAN PELUNAK KARET ALAMI
    ALAMI Minyak jarak castor terhidrogenasi diharapkan dapat berfungsi sebagai bahan pelunak karet alami Bahan pelunak harus memiliki kesesuaian yang baik dengan karet agar diperoleh efektifitas pencampuran yang tinggi Percobaan ini akan mempelajari kinerja dan pengaruh minyak jarak castor terhidrogenasi sebagai bahan pelunak karet alami pada pembuatan kompon karet SIR 20 dan EPDM 6250 terhadap karakteristik vulkanisasi kompon dan sifat fisika vulkanisat karet Dosis bahan pelunak ditetapkan 10 dan 20 bsk Kinerja minyak jarak castor terhidrogenasi dibandingkan dengan bahan pelunak komersial golongan parafinik yaitu HVI 60 dan HVI 650 Tahapan dalam percobaan diawali dengan pembuatan kompon kemudian vulkanisasi kompon dan pengujian sifat mekanik vulkanisat karet Saat pembuatan kompon dilakukan pengamatan terhadap waktu dan konsumsi energi pengkomponan serta persentase kehilangan berat kompon Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan minyak jarak castor terhidrogenasi mampu menurunkan waktu dan energi pengkomponan serta persentase kehilangan berat kompon Pengaruh minyak jarak castor terhidrogenasi pada karakteristik vulkanisasi sangat tampak pada penurunan modulus torsi sebagai akibat terputusnya rantai molekul karet Penambahan minyak jarak castor terhidrogenasi juga menurunkan kekerasan kekuatan tarik dan pampatan tetap tetapi meningkatkan perpanjangan putus dan kekuatan sobek baik vulkanisat karet SIR 20 maupun EPDM 6250 Dengan demikian minyak jarak castor terhidrogenasi dapat digunakan sebagai bahan pelunak karet

    Original URL path: http://puslitkaret.co.id/jurnal-penelitian-karet/112-jurnal-penelitian-karet-32-65.html (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • PENGARUH BERBAGAI JENIS PENGGUMPAL PADAT TERHADAP MUTU KOAGULUM DAN VULKANISAT KARET ALAM
    PENGARUH BERBAGAI JENIS PENGGUMPAL PADAT TERHADAP MUTU KOAGULUM DAN VULKANISAT KARET ALAM Mutu bahan olah karet masih rendah dan bervariasi akibat tidak tersedianya koagulan yang baik sampai ke tingkat petani Penggunaan koagulan yang tepat untuk menghasilkan bokar bermutu baik masih belum sepenuhnya dilakukan akibat belum tersedianya koagulan yang mudah didistribusikan kompetitif dari segi harga dan tidak merusak mutu karet Penelitian ini mempelajari pengaruh berbagai jenis penggumpal padat terhadap mutu koagulum dan vulkanisat karet alam Bahan penggumpal ditambahkan ke dalam lateks kebun berpengawet ammonia pada dosis 7g kg karet Lateks yang telah diberi perlakuan dibiarkan menggumpal selama dua minggu selanjutnya karet digiling dan dikeringkan dalam oven pada suhu 100 C selama 2 3 jam Karet kering diuji sifat kimianya PRI kadar kotoran kadar abu dan kadar zat menguap setelah itu dibuat vulkanisat dengan resep kompon ASTM 2A Kompon karet diuji karakteristik vulkanisasinya dengan rheometer kemudian vulkanisat diuji sifat mekanik kekuatan tarik perpanjangan putus modulus 300 dan kekerasan Sebagai pembanding digunakan asam format Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan asam organik dan garam anorganik sebagai bahan penggumpal memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing Kombinasi antara bahan asam dengan garam anorganik diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik sehingga mutu bahan olah karet akan

    Original URL path: http://puslitkaret.co.id/jurnal-penelitian-karet/113-jurnal-penelitian-karet-32-74.html (2016-02-15)
    Open archived version from archive