archive-id.com » ID » P » PUSLITKARET.CO.ID

Total: 267

Choose link from "Titles, links and description words view":

Or switch to "Titles and links view".
  • ANALISIS USAHATANI TANAMAN SELA DIANTARA KARET DI WILAYAH KOTA PRABUMULIH, SUMATERA SELATAN | Agustina | Jurnal Penelitian Karet
    USAHATANI TANAMAN SELA DIANTARA KARET DI WILAYAH KOTA PRABUMULIH SUMATERA SELATAN Dwi Shinta Agustina Lina Fatayati Syarifa Cicilia Nancy Muhammad Jahidin Rosyid Abstract Salah satu alternatif untuk meningkatkan pendapatan petani karet adalah adanya komoditas pendukung yang diusahakan secara mix cropping dengan tanaman karet Pola usahatani berbasis karet telah diusahakan petani di Sumatera Selatan selama bertahun tahun Salah satu lokasi di Provinsi Sumatera Selatan yang mengusahakan tanaman sela sebagai sumber pendapatan tambahan adalah Desa Pangkul di Kota Prabumulih Penelitian ini bertujuan menampilkan gambaran mengenai usahatani karet dengan tanaman sela dan pendapatan yang diperoleh dari pengusahaan pola usahatani ini Metode yang digunakan dalam pengambilan data melalui diskusi langsung dengan kelompok tani yang beranggotakan 23 orang dengan didampingi oleh perangkat desa dan petugas Penyuluh Pertanian Lapangan PPL Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di Desa Pangkul pada umumnya telah mempunyai minat dan motivasi yang kuat untuk menerapkan teknologi anjuran Hal ini terlihat dari produksi tanaman karet yang cukup tinggi serta input yang diberikan pada tanaman karet dan tanaman sela sudah sesuai dengan anjuran Tanaman sela yang umum diusahakan petani meliputi tanaman sayur sayuran dan bibit karet Tanaman sayur sayuran dapat dipanen dalam waktu singkat sehingga pengusahaannya dapat dilakukan secara intensif Pada umumnya tanaman sela

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/180 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • DEPOLIMERISASI KARET ALAM SECARA MEKANIS UNTUK BAHAN ADITIF ASPAL | Prastanto | Jurnal Penelitian Karet
    Login Register Search Current Archives Announcements Dewan Redaksi Mitra Bestari Kontak Kebijakan Editorial Pedoman Pengajuan Naskah Home Volume 32 Nomor 1 Tahun 2014 Prastanto DEPOLIMERISASI KARET ALAM SECARA MEKANIS UNTUK BAHAN ADITIF ASPAL Henry Prastanto Abstract Karet alam yang merupakan polimer alami berpotensi digunakan sebagai bahan aditif aspal pengganti polimer sintetis impor namun viskositas yang tinggi pada karet alam fasa padatan tergolong sulit untuk dicampurkan ke dalam aspal Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh depolimerisasi karet alam terhadap proses pencampuran titik lembek dan penetrasi aspal Proses depolimerisasi dilakukan dengan menggunakan open mill skala laboratorium dengan diameter 14 cm dan panjang 35 cm Karet terdepolimerisasi yang ditambahkan ke dalam aspal sebanyak 3 5 dan 7 dengan sampel kontrol adalah aspal murni dilanjutkan dengan pengujian titik lembek dan penetrasi sampel Hasil penelitian menunjukkan proses depolimerisasi secara mekanis selama 24 menit dapat menurunkan berat molekul karet alam yang ditandai dengan penurunan viskositas Mooney karet dari 58 7 menjadi 6 7 ML 1 4 100 0 C Karet alam terdepolimerisasi secara mekanis selama 24 menit dengan konsentrasi karet dalam aspal 3 dapat menurunkan waktu pencampuran dari 660 menit menjadi 50 menit dan titik lembek aspal modifikasi yang dihasilkan bertambah dari 51 0 C menjadi 56

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/154 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • EFEKTIVITAS BAKTERI ANTAGONIS (Pseudomonas sp.) UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT CABANG JAMUR UPAS (Corticium salmonicolor) : PENGUJIAN DAYA SIMPAN BIOFUNGISIDA DI LAPANGAN | Fairuzah | Jurnal Penelitian Karet
    CABANG JAMUR UPAS Corticium salmonicolor PENGUJIAN DAYA SIMPAN BIOFUNGISIDA DI LAPANGAN Zaida Fairuzah Cici Indriani Dalimunthe Aidi Daslin Abstract Penyakit jamur upas Corticium salmonicolor pada batang dan cabang tanaman karet tidak sepopuler serangan penyakit daun maupun akar meskipun demikian dampak kerugian yang disebabkan oleh kerusakan cabang dan batang cukup tinggi terutama di daerah yang mempunyai curah hujan tinggi dan kelembaban tinggi Untuk itu perlu ditemukan mikroorganisme antagonis efektif dan efisien untuk pengendalian penyakit cabang jamur upas seperti bakteri Pseudomonas sp Oleh karena itu perlu penegasan mengenai keefektivan dari Pseudomonas sp tersebut dengan melakukan pengujian kembali Pengujian dilakukan dengan cara mengoleskan Pseudomonas sp pada cabang yang terserang jamur upas dengan berbagai tingkat serangan Perlakuan dilakukan sebanyak empat kali dengan interval satu minggu Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok RAK non faktorial dengan 7 perlakuan yang terdiri dari Pseudomonas sp tanpa penyimpanan satu bulan penyimpanan dua bulan penyimpanan dan tiga bulan penyimpanan dua macam fungisida kimia Triadimefon dan Heksakonazol dan kontrol tanpa aplikasi Masing masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan 20 tanaman sampel pada setiap unitnya Pengamatan dilaksanakan setiap bulan setelah aplikasi ke empat dengan parameter persentase kesembuhan penyakit Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/149 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • EVALUASI PENGOLAHAN DAN MUTU BAHAN OLAH KARET RAKYAT (BOKAR) DI TINGKAT PETANI KARET DI SUMATERA SELATAN | Syarifa | Jurnal Penelitian Karet
    Announcements Dewan Redaksi Mitra Bestari Kontak Kebijakan Editorial Pedoman Pengajuan Naskah Home Volume 31 Nomor 2 Tahun 2013 Syarifa EVALUASI PENGOLAHAN DAN MUTU BAHAN OLAH KARET RAKYAT BOKAR DI TINGKAT PETANI KARET DI SUMATERA SELATAN Lina Fatayati Syarifa Dwi Shinta Agustina Cicilia Nancy Abstract Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan daya saing karet nasional adalah dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian No 38 Permentan OT 140 8 2008 dan Peraturan Menteri Perdagangan No 53 M DAG PER 10 2009 yang diimplementasikan dalam bentuk Gerakan Nasional Bokar Bersih GNBB dengan tujuan menghasilkan bokar bersih dan bermutu sesuai dengan standar mutu yang berlaku Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi penerapan peraturan peraturan tersebut terhadap sistem pengolahan dan mutu bokar di tingkat petani Penelitian dilakukan dengan metode survey dengan memilih sampel secara purposive yaitu daerah daerah yang merupakan sentra karet Pengambilan data dilakukan melalui metode Focus Group Discussion FGD dan wawancara dengan petani serta pengamatan visual terhadap mutu bokar yang dihasilkan petani Hasil survei menunjukkan bahwa penerapan Permentan dan Permendag belum dilaksanakan sepenuhnya di tingkat petani Permasalahan pengolahan dan pemasaran karet yang menyebabkan rendahnya mutu bokar dan pendapatan petani masih banyak terjadi di beberapa wilayah di Sumatera Selatan yang masih memerlukan

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/141 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • EVALUASI PENGUJIAN LANJUTAN KLON KARET IRR SERI 120-140 | Daslin | Jurnal Penelitian Karet
    uji plot promosi dan pendahuluan serta uji lanjutan dan adaptasi Dari hasil uji pendahuluan telah dihasilkan beberapa genotipe yang potensial sebagai penghasil lateks serta memiliki sifat sifat sekunder penting yang baik Untuk mendapatkan informasi yang lebih luas sebanyak 17 genotipe terpilih dari uji pendahuluan diregistrasi menjadi klon IRR seri 120 140 dan diuji pada tahap lanjutan di lokasi kebun percobaan Sungei Putih Percobaan dibangun pada tahun 1997 menggunakan rancangan acak kelompok Pengamatan produksi karet kering dilakukan dua kali sebulan lilit batang mulai umur dua tahun tebal kulit murni dan jaringan pembuluh lateks pada umur lima tahun fisiologi aliran lateks intensitas serangan penyakit gugur daun Colletotrichum Oidium dan Corynespora serta karakter sekunder lainnya Dari hasil evaluasi IRR 132 dan IRR 133 merupakan klon yang memiliki penampilan terbaik sebagai klon penghasil lateks dan memiliki sifat sekunder yang baik Rata rata produksi karet kering kg ha th selama delapan tahun penyadapan klon IRR 132 2 088 kg dan IRR 133 2 006 kg 15 20 lebih tinggi dari PB 260 1 739 kg Ukuran lilit batang pada umur empat tahun berkisar 42 8 43 6 cm dengan rata rata pertambahan sebelum penyadapan 7 1 10 9 cm th dan setelah penyadapan 3 0

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/123 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • EVALUASI TINGKAT ADOPSI KLON UNGGUL DI TINGKAT PETANI KARET PROPINSI SUMATERA SELATAN | Syarifa | Jurnal Penelitian Karet
    Dewan Redaksi Mitra Bestari Kontak Kebijakan Editorial Pedoman Pengajuan Naskah Home Volume 30 Nomor 1 Tahun 2012 Syarifa EVALUASI TINGKAT ADOPSI KLON UNGGUL DI TINGKAT PETANI KARET PROPINSI SUMATERA SELATAN Lina Fatayati Syarifa Dwi Shinta Agustina Cicilia Nancy Muhammad Supriadi Abstract Sekalipun total ekspor karet alam Sumatera Selatan meningkat pesat permasalahan klasik yang masih sering terdengar bahwa produktivitas di perkebunan rakyat masih rendah Rendahnya produktivitas perkebunan karet di Indonesia dipengaruhi beberapa faktor diantaranya adalah tingkat penggunaan bibit karet klonal di tingkat petani karet yang masih rendah 40 Berbagai manfaat strategis telah diperoleh dari adanya proyek proyek pengembangan karet rakyat terdahulu karena itu perlu dianalisis mengenai seberapa besar perkembangan pengetahuan dan adopsi petani terhadap teknologi karet maju khususnya penggunaan klon karet unggul Penelitian bertujuan mengetahui tingkat adopsi klon unggul berdasarkan jenis klon Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan memilih sampel secara purposive yaitu daerah daerah yang merupakan sentra karet Pengambilan data dilakukan melalui metode Focus Group Discussion FGD yang melibatkan perangkat perangkat desa dan diikuti wawancara dengan petani Hasil survei menunjukkan bahwa tingkat adopsi klon karet pada daerah daerah yang dijadikan sample di Sumatera Selatan telah mencapai 59 2 dari rata rata areal tanaman karet yang ada Pada tahun tanam 2010

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/117 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • EVALUASI TINGKAT ADOPSI KLON UNGGUL DI TINGKAT PETANI KARET PROPINSI SUMATERA SELATAN | Syarifa | Jurnal Penelitian Karet
    Mitra Bestari Kontak Kebijakan Editorial Pedoman Pengajuan Naskah Home Volume 30 Nomor 1 Tahun 2012 Syarifa EVALUASI TINGKAT ADOPSI KLON UNGGUL DI TINGKAT PETANI KARET PROPINSI SUMATERA SELATAN Lina Fatayati Syarifa Dwi Shinta Agustina Cicilia Nancy Muhammad Supriadi Abstract Sekalipun total ekspor karet alam Sumatera Selatan meningkat pesat permasalahan klasik yang masih sering terdengar bahwa produktivitas di perkebunan rakyat masih rendah Rendahnya produktivitas perkebunan karet di Indonesia dipengaruhi beberapa faktor diantaranya adalah tingkat penggunaan bibit karet klonal di tingkat petani karet yang masih rendah 40 Berbagai manfaat strategis telah diperoleh dari adanya proyek proyek pengembangan karet rakyat terdahulu karena itu perlu dianalisis mengenai seberapa besar perkembangan pengetahuan dan adopsi petani terhadap teknologi karet maju khususnya penggunaan klon karet unggul Penelitian bertujuan mengetahui tingkat adopsi klon unggul berdasarkan jenis klon Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan memilih sampel secara purposive yaitu daerah daerah yang merupakan sentra karet Pengambilan data dilakukan melalui metode Focus Group Discussion FGD yang melibatkan perangkat perangkat desa dan diikuti wawancara dengan petani Hasil survei menunjukkan bahwa tingkat adopsi klon karet pada daerah daerah yang dijadikan sample di Sumatera Selatan telah mencapai 59 2 dari rata rata areal tanaman karet yang ada Pada tahun tanam 2010 tingkat adopsi

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/118 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • GENOTIPE TERPILIH BERDASARKAN KARAKTER PERTUMBUHAN DAN HASIL LATEKS DARI UP/03/96 | Pasaribu | Jurnal Penelitian Karet
    yang berhasil tinggi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil karet Klon unggul diperoleh melalui beberapa tahap pengujian salah satu diantaranya adalah pengujian pendahuluan Materi pengujian berupa genotipe dari hasil seleksi dengan intensitas 10 pada populasi hasil persemaian F1 Evalusi pengujian pendahuluan telah dilakukan pada UP 03 96 yang telah berumur 10 tahun Dari hasil pengujian diperoleh sebanyak dua genotipe yang dikelompokkan kedalam klon penghasil lateks yaitu genotipe no 75

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/156 (2016-02-15)
    Open archived version from archive