archive-id.com » ID » P » PUSLITKARET.CO.ID

Total: 267

Choose link from "Titles, links and description words view":

Or switch to "Titles and links view".
  • DINAMIKA HARA KALIUM DAN PENGELOLAANNYA DI PERKEBUNAN KARET | Nugroho | Warta Perkaretan
    Archives Announcements Focus and Scope Editorial Boards Author Guideline Submission Publication Ethics Journal Contact Home Vol 34 No 2 2015 Nugroho DINAMIKA HARA KALIUM DAN PENGELOLAANNYA DI PERKEBUNAN KARET Priyo Adi Nugroho Abstract Kalium merupakan salah satu hara penting pada tanaman karet Defisiensi kalium akan menyebabkan lemahnya jaringan batang dan kerusakan tanaman oleh bakteri jamur serangga nematoda dan virus Kalium berperan dalam regenerasi kulit pada bidang sadap kestabilan lateks mengatur keseimbangan magnesium Mg dan meningkatkan produksi Dalam kaitannya dengan kekeringan aktivitas stomata dan laju transpirasi tanaman karet dengan kalium yang cukup akan menurun seiring dengan meningkatnya stres kelembaban tanah Kalium juga berperan dalam meningkatkan ketahanan terhadap penyakit Kalium dalam ekosistem kebun karet merupakan suatu daur siklus yang terbuka Sumber hara utama kalium adalah pelarutan mineral dekomposisi bahan organik air hujan pencucian kanopi dan pemupukan Hara kalium yang berada di dalam tanah sebagian terimmobilisasi di dalam jaringan tanaman karet dalam bentuk kayu maupun diserap oleh tanaman kacangan penutup tanah LCC Erosi dan pemanenan merupakan penyebab utama kehilangan hara Di Indonesia tanaman karet umumnya dibudidayakan pada tanah tanah masam terutama yang tergolong ke dalam ordo Inceptisol Ultisol dan Oxisol Secara inheren tanah tersebut memiliki tingkat kesuburan tanah yang kurang baik termasuk kandungan

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/67 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • EVALUASI PRODUKTIVITAS TANAMAN KARET DENGAN SISTEM TANAM GANDA PADA SKALA KOMERSIAL | Siagian | Warta Perkaretan
    Ethics Journal Contact Home Vol 32 No 1 2013 Siagian EVALUASI PRODUKTIVITAS TANAMAN KARET DENGAN SISTEM TANAM GANDA PADA SKALA KOMERSIAL Nurhawaty Siagian Tumpal H S Siregar Abstract Salah satu faktor penyebab tidak tercapainya produktivitas yang optimal yaitu 35 38 ton karet kering ha siklus tanam di perkebunan karet adalah akibat penurunan populasi jumlah tanaman yang disadap per hektar Balai Penelitian Sungei Putih pada tahun 1984 mengajukan sistem tanam ganda bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan perkebunan karet melalui peningkatan populasi per ha Selain menghasilkan karet diproyeksikan sistem tanam ganda juga mampu menghasilkan kayu dalam jumlah yang relatif tinggi Tulisan ini menyajikan evaluasi terhadap areal yang mengelola sistem tanam ganda pada salah satu kebun karet PTPN di Sumatera Utara Dua sistem tanam populasi yang diterapkan yaitu sistem tanam tunggal dan sistim tanam ganda 3 Hasil evaluasi menunjukkan bahwa meskipun produktivitas tanaman dalam g p s pada sistem tanam ganda masih 67 62 dari produktivitas tanaman pada sistem tanam tunggal tetapi dengan jumlah pohon per ancak yang lebih tinggi produktivitas penyadap kg penyadap hari sadap hampir setara Pada sistem tanam ganda produktivitas per hektar adalah 2 415 kg ha sementara pada sistem tanam tunggal hanya 1 697 kg ha Volume kayu per

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/32 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA ABU VULKANIK DAN UPAYA PEMULIHAN TANAMAN KARET TERDAMPAK LETUSAN GUNUNG KELUD (STUDI KASUS: KEBUN NGRANGKAH PAWON, JAWA TIMUR) | Achmad | Warta Perkaretan
    1 2015 Achmad IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA ABU VULKANIK DAN UPAYA PEMULIHAN TANAMAN KARET TERDAMPAK LETUSAN GUNUNG KELUD STUDI KASUS KEBUN NGRANGKAH PAWON JAWA TIMUR Saiful Rodhian Achmad Hananto Hadi Abstract Indonesia merupakan daerah yang dikelilingi oleh pegunungan berapi paling aktif di dunia yang tersebar di berbagai pulau Pada awal tahun 2014 yang lalu Gunung Kelud di Kediri Jawa Timur meletus sehingga menimbulkan kerusakan di sekitarnya termasuk perkebunan Ngrangkah Pawon Meskipun demikian dalam jangka panjang material vulkanik sangat bermanfaat untuk perkebunan karena dapat menyuburkan tanah Abu vulkanik merupakan mineral yang memiliki potensi sebagai pembenah tanah sekaligus berfungsi memperkaya tanah dan memperbaiki sifat fisik tanah Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari dan September 2014 Penelitian bertujuan mengindentifikasi dampak letusan Gunung Kelud terhadap sifat kimia abu vulkanik dan tanah kebun Ngrangkah Pawon sekaligus menganalisis dampaknya terhadap kerusakan tanaman karet serta tindakan pemulihannya Penelitian dilakukan dengan metode survey dengan mengambil contoh abu dan tanah serta pengamatan kondisi tanaman Hasil analisis tanah dan abu menunjukkan kesuburan tanah cukup baik dicirikan pH tanah dan abu vulkanik berkisar 5 6 dan tergolong agak masam pH tersebut merupakan pH optimum bagi pertumbuhan tanaman karet Kandungan hara tanah terutama unsur makro P dan K tergolong tinggi hingga sangat tinggi sedangkan

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/60 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • JENIS BAHAN PENGGUMPAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP PARAMETER MUTU KARET SPESIFIKASI TEKNIS | Suwardin | Warta Perkaretan
    Didin Suwardin Mili Purbaya Abstract Koagulan merupakan salah satu faktor penting dalam pengolahan Bahan Olah Karet bokar Terkait dengan semakin ketatnya persyaratan konsumen terhadap spesifikasi mutu karet remah di masa mendatang maka perbaikan mutu bokar harus mendapat perhatian yang lebih seksama Upaya perbaikan mutu bokar mencakup penggalakkan penggunaan koagulan anjuran di tingkat petani Aspek mengenai jenis koagulan yang dianjurkan dan pengaruhnya terhadap parameter mutu uji dalam SNI 1903 2011 merupakan

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/65 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • KAJIAN MODIFIKASI KIMIA SECARA KOPOLIMERISASI CANGKOK PADA PEMBUATAN KARET ALAM TERMOPLASTIK | Puspitasari | Warta Perkaretan
    article Indexing metadata How to cite item Finding References Review policy Email this article Login required Email the author Login required Home About Login Register Search Current Archives Announcements Focus and Scope Editorial Boards Author Guideline Submission Publication Ethics Journal Contact Home Vol 34 No 1 2015 Puspitasari KAJIAN MODIFIKASI KIMIA SECARA KOPOLIMERISASI CANGKOK PADA PEMBUATAN KARET ALAM TERMOPLASTIK Santi Puspitasari Emil Budianto Dadi R Maspanger Abstract Modifikasi diperlukan untuk memperbaiki kelemahan karet alam sehingga dapat memperluas aplikasinya dalam industri Salah satu modifikasi kimiawi pada lateks karet alam terdeproteinisasi dapat dilakukan secara kopolimerisasi cangkok dengan monomer termoplastik golongan vinilik metil metakrilat dan stirena untuk menghasilkan karet alam termoplastik yang bersifat kuat keras kaku mudah diproses dan tahan terhadap oksidasi Kopolimerisasi cangkok umumnya dilakukan dengan teknik polimerisasi emulsi mekanisme radikal bebas Keberhasilan reaksi kopolimeriasi cangkok yang ditunjukkan dengan efisiensi cangkok yang tinggi dipengaruhi oleh rasio karet terhadap monomer serta pemilihan jenis dan dosis inisator maupun emulsifier Hasil kopolimer yang terbentuk dapat dikonfirmasi melalui analisis kualitatif maupun kuantitatif Dalam industri kopolimer karet alam dengan monomer vinilik dapat digunakan sebagai perekat atau adhesif compatibilizer agent surface modified agent hardness modifier serta industri alas kaki Oleh karena itu penelitian dan pengembangan tentang kopolimerisasi cangkok

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/64 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • KAJIAN PENGGUNAAN MIKROORGANISME TANAH UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PEMUPUKAN PADA TANAMAN KARET | Sembiring | Warta Perkaretan
    KAJIAN PENGGUNAAN MIKROORGANISME TANAH UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PEMUPUKAN PADA TANAMAN KARET Yan Riska Venata Sembiring Priyo Adi Nugroho Istianto Istianto Abstract Tanah perkebunan yang umumnya miskin hara menyebabkan pentingnya penambahan hara dari luar melalui pemupukan Ketersediaan pemupukan kimia yang terbatas seringkali menjadi kendala dalam kegiatan pemupukan Penggunaan pupuk kimia yang berkelanjutan juga dapat menurunkan kesuburan biologi tanah Mikroorganisme tanah memiliki peranan penting dalam penyediaan kebutuhan hara tanah Namun pemanfaatan mikroorganisme

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/31 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • KAJIAN TENTANG SELF-HEALING RUBBER SELF HEALING RUBBER REVIEW | Purbaya | Warta Perkaretan
    Review policy Email this article Login required Email the author Login required Home About Login Register Search Current Archives Announcements Focus and Scope Editorial Boards Author Guideline Submission Publication Ethics Journal Contact Home Vol 34 No 2 2015 Purbaya KAJIAN TENTANG SELF HEALING RUBBER SELF HEALING RUBBER REVIEW Mili Purbaya Didin Suwardin Abstract Barang jadi karet selama masa pemakaiannya dapat mengalami cracking Untuk mengatasi masalah ini maka konsep self healing dapat digunakan Self healing merupakan kemampuan dari suatu material untuk dapat memperbaiki dirinya sendiri setelah mengalami kerusakan Konsep ini dapat digunakan untuk menambah umur pemakaian suatu produk Strategi yang dapat digunakan dalam pembuatan material self healing adalah 1 Pembentukan ikatan silang pada polimer 2 Pelepasan healing agent pada saat memproduksi polimer dan 3 Menggunakan teknologi khusus seperti konduktiviti electro fluid dynamic EFD migrasi nano partikel efek shape memori dan co deposition Salah satu supramolekular polimer yang memiliki sifat elastis dan healing ability adalah self healing rubber Self healing rubber disintesis melalui dua tahap sistesis yaitu 1 pembuatan oligoamide dan 2 mereaksikan oligoamide yang diperoleh dari tahap pertama reaksi dengan urea untuk menghasilkan self healing rubber Karet yang diperoleh memiliki sifat elastis dan sifat healing ability setelah mengalami kerusakan Sifat ini

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/70 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • KOMPARASI TEKNIS DAN FINANSIAL PENGADAAN BENIH MELALUI OKULASI TANAMAN DI POLIBEG DENGAN OKULASI DI LAPANGAN | Siagian | Warta Perkaretan
    OKULASI DI LAPANGAN Nurhawaty Siagian Ernita Bukit Abstract Benih karet untuk penanaman komersial umumnya adalah benih dalam polibeg yang diproduksi melalui okulasi batang bawah umur 7 bulan di pembibitan lapangan dan diikuti pembibitan di polibeg Okulasi batang bawah yang masih muda umur 3 5 5 bulan di pembibitan lapangan jarang dilakukan karena tingkat kematian setelah ditanam di polibeg tinggi dan pada lahan beriklim kering keragaman pertumbuhan tanaman di lapangan besar sehingga memperlambat tercapainya kriteria matang sadap Okulasi tanaman muda biasanya hanya dilakukan di pembibitan polibeg dengan maksud mengatasi kelemahan tersebut diatas Tulisan ini bertujuan untuk membandingkan pengadaan benih karet melalui okulasi tanaman muda di polibeg dengan okulasi di lapangan ditinjau dari segi teknis dan finansial Penelitian dilakukan di salah satu perkebunan besar di Sumatera Utara dengan mengamati langsung aspek teknis dan norma kerja Data pendukung pertumbuhan tanaman di lapangan disetir dari berbagai penelitian terdahulu Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunggulan penggunaan benih hasil okulasi tanaman muda berumur 3 5 5 bulan di pembibitan polibeg dibandingkan dengan penggunaan benih diperoleh dengan cara okulasi di pembibitan lapangan adalah 1 biaya pengadaan bahan tanam lebih hemat 17 2 tanaman lebih mampu bertahan pada kondisi kering saat penanaman di lapangan 3 untuk pembangunan kebun karet

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/72 (2016-02-15)
    Open archived version from archive