archive-id.com » ID » P » PUSLITKARET.CO.ID

Total: 267

Choose link from "Titles, links and description words view":

Or switch to "Titles and links view".
  • MEKANISME ANTAGONISME Trichoderma spp. TERHADAP BEBERAPA PATOGEN TULAR TANAH | Berlian | Warta Perkaretan
    metadata How to cite item Finding References Review policy Email this article Login required Email the author Login required Home About Login Register Search Current Archives Announcements Focus and Scope Editorial Boards Author Guideline Submission Publication Ethics Journal Contact Home Vol 32 No 2 2013 Berlian MEKANISME ANTAGONISME Trichoderma spp TERHADAP BEBERAPA PATOGEN TULAR TANAH Intan Berlian Budi Setyawan Hananto Hadi Abstract Karet memiliki peran sangat penting bagi perekonomian Indonesia Beberapa kendala rendahnya produktivitas karet di Indonesia adalah kurangnya penerapan teknologi budidaya karet gangguan cuaca iklim dan hama penyakit Penyakit jamur akar putih yang disebabkan patogen Rigidoporus microporus merupakan penyakit penting pada tanaman karet Salah satu alternatif untuk pengendalian JAP adalah pemanfaatan jamur Trichoderma spp Mekanisme pengendalian Trichoderma spp terhadap jamur patogen tumbuhan yaitu dengan kompetisi terhadap tempat tumbuh dan nutrisi antibiosis dan parasitisme Antibiosis mempunyai peran penting dalam proses pengendalian dan hampir selalu terkait dengan mekanisme lain yaitu kompetisi dan mikoparasitisme Satu mekanisme penghambatan yang dimiliki Trichoderma spp tidak dapat bekerja sendiri untuk menghasilkan penghambatan yang signifikan Konsep pengendalian penyakit dengan agen hayati akan berhasil jika terdapat keseimbangan antara faktor suhu pH dan kelembaban yang optimum Mekanisme antagonisme yang dimiliki oleh Trichoderma spp berpotensi besar sebagai pengendali patogen tular

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/39 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • PELUANG BUDIDAYA ILES-ILES (Amorphophallus spp.) SEBAGAI TANAMAN SELA DI PERKEBUNAN KARET | Afifah | Warta Perkaretan
    PELUANG BUDIDAYA ILES ILES Amorphophallus spp SEBAGAI TANAMAN SELA DI PERKEBUNAN KARET Elya Afifah Mudita Oktorina Setiono Setiono Abstract Iles iles merupakan umbi umbian yang memiliki potensi ekonomi cukup tinggi Salah satu negara tujuan ekspor hasil umbi ini adalah Jepang Jepang membutuhkan tepung atau gaplek iles iles lebih dari 1 000 ton tahun Bagian tanaman iles iles yang dimanfaatkan adalah umbinya Salah satu komponen penyusun umbi iles iles adalah karbohidrat yang terdiri atas pati glukomanan serat kasar dan gula bebas Glukomanan merupakan serat larut alam soluble fiber Umbi iles iles dimanfaatkan di industri non pangan Daerah yang telah membudidayakan tanaman iles iles dalam skala yang luas adalah Propinsi Jawa Timur di areal konsesi tanaman jati Kondisi agroklimat tanaman karet yang sudah berumur 4 tahun hampir sama dengan kondisi agroklimat tanaman jati Oleh karena itu tanaman iles iles sesuai untuk ditanam sebagai tanaman sela di lahan perkebunan karet dan dapat menambah pendapatan petani karet Mulai umur 4 tahun areal di bawah tajuk perkebunan karet sudah mulai ternaungi 50 Hal ini sesuai dengan syarat tumbuh tanaman iles iles yang mutlak ditanam di bawah naungan minimal 50 Suhu udara di bawah pohon karet juga optimal untuk tanaman iles iles 22 C 30 C

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/48 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • PENGARUH PERBEDAAN LETAK GEOGRAFI TERHADAP POLA PRODUKSI TAHUNAN TANAMAN KARET II. Faktor Penyebab Perbedaan Pola Produksi Tahunan Tanaman Karet | Junaidi | Warta Perkaretan
    Perbedaan Pola Produksi Tahunan Tanaman Karet Junaidi Junaidi Yan Riska V Sembiring Tumpal H S Siregar Abstract Produktivitas tanaman karet Hevea brasiliensi s dipengaruhi oleh sifat iklim pada suatu kawasan Faktor iklim mencakup curah hujan dan distribusinya suhu panjang penyinaran evaporasi dan kecepatan angin Perbedaan iklim berkaitan dengan letak geografi suatu kawasan Umumnya negara penghasil karet alam yang berada di utara khatulistiwamemiliki pola produksi rendah pada bulan Februari April dan

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/68 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • PENGARUH PROSES PENCAMPURAN DAN CARA APLIKASI PUPUK TERHADAP KEHILANGAN UNSUR N | Achmad | Warta Perkaretan
    About Login Register Search Current Archives Announcements Focus and Scope Editorial Boards Author Guideline Submission Publication Ethics Journal Contact Home Vol 33 No 1 2014 Achmad PENGARUH PROSES PENCAMPURAN DAN CARA APLIKASI PUPUK TERHADAP KEHILANGAN UNSUR N Saiful Rodhian Achmad Imam Susetyo Abstract Tanaman karet membutuhkan unsur hara Nitrogen N Posfor P dan Kalium K dalam jumlah yang cukup dan seimbang untuk tumbuh dan menghasilkan produksi dengan baik Dalam praktek pemupukan pekebun seringkali belum memperhatikan efektifitas dan efisiensi serapan hara pupuk terutama pupuk Nitrogen Unsur hara N yang bersumber dari pupuk urea mudah menguap Penguapan tersebut akan meningkat jika tidak mempertimbangkan proses percampuran dan aplikasi pupuk di lapang Untuk mengetahui kehilangan unsur N telah dilakukan penelitian di laboratorium dan kebun percobaan Balai Penelitian Getas Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 3 ulangan Bahan yang digunakan adalah urea berbentuk prill tanpa coating sebanyak 250 g Parameter yang diamati yaitu kehilangan unsur N dalam pupuk urea pada beberapa selang waktu pencampuran Hasil percobaan menunjukkan bahwa kehilangan unsur hara N dan jumlah pupuk urea paling tinggi terdapat pada perlakuan proses percampuran selama 30 menit dengan lama simpan 15 jam dan aplikasi disebar selama 120 menit sebesar 21 5 dan 54 g Sedangkan

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/47 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • PENGERINGAN KARET REMAH BERBASIS SUMBER ENERGI BIOMASSA | Vachlepi | Warta Perkaretan
    policy Email this article Login required Email the author Login required Home About Login Register Search Current Archives Announcements Focus and Scope Editorial Boards Author Guideline Submission Publication Ethics Journal Contact Home Vol 33 No 2 2014 Vachlepi PENGERINGAN KARET REMAH BERBASIS SUMBER ENERGI BIOMASSA Afrizal Vachlepi Didin Suwardin Abstract Produksi karet alam Indonesia terbesar berupa karet remah yang mencapai 93 4 Pengeringan merupakan kritikal proses yang menentukan mutu akhir produk dan salah satu tahapan yang memerlukan energi cukup besar Energi yang digunakan dalam industri umumnya bersumber dari energi fosil Sayangnya ketersediaan sumber energi dari fosil semakin lama cenderung menurun Oleh karena itu perlu sumber energi alternatif yaitu biomassa dari limbah industri pengolahan produk pertanian Salah satu contohnya adalah industri pengolahan kelapa sawit Biomassa dari industri ini berupa tandan kosong sawit TKS sebesar 4 8 juta ton cangkang 1 5 juta ton dan sekitar 1 8 juta ton berupa serabut Dalam pengeringan karet remah biomassa dikonversi menjadi sumber energi panas dengan teknik gasifikasi dalam sistem unit pengering Panas dari hasil pembakaran dipindahkan ke media pengering berupa udara panas Keuntungan meng gunakan biomassa sebagai sumber energi adalah dapat mengurangi biaya produksi lebih ramah lingkungan dan tersedia dalam jumlah yang banyak sehingga

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/55 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • PENGGUNAAN BIOBRIKET SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DALAM PENGERINGAN KARET ALAM | Vachlepi | Warta Perkaretan
    Current Archives Announcements Focus and Scope Editorial Boards Author Guideline Submission Publication Ethics Journal Contact Home Vol 32 No 2 2013 Vachlepi PENGGUNAAN BIOBRIKET SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DALAM PENGERINGAN KARET ALAM Afrizal Vachlepi Didin Suwardin Abstract Biomassa merupakan sumber energi potensial yang dapat dikembangkan sebagai sumber energi alternatif pengganti bahan bakar dari fosil Biomassa dapat diubah menjadi briket arang yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi seperti untuk proses pengeringan dalam pengolahan karet remah dan sit asap Briket arang biomassa atau biobriket dibuat dari arang biomassa baik berupa bagian yang memang sengaja dijadikan bahan baku briket maupun sisa atau limbah proses produksi pengolahan agroindustri Misalnya kayu tempurung kelapa arang tempurung kelapa sawit limbah bambu tandan buah kosong kelapa sawit sekam padi dan limbah batang tembakau dapat menjadi bahan baku untuk biobriket Selain itu limbah dari industri karet remah berupa tatal juga dapat dijadikan biobriket Teknologi pembuatan biobriket banyak tersedia Pembuatan biobriket memerlukan bahan penunjang seperti tanah liat lem kanji air dan bahan pencampur lainnya Komposisi bahan tersebut sangat tergantung dari jenis bahan baku untuk pembuatan biobriket Sebelum dibuat biobriket biomassa harus diubah terlebih dahulu menjadi arang kemudian arang tersebut dihaluskan dicampur dan dicetak dalam berbagai bentuk briket seperti silinder kubus

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/38 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • Browse Title Index
    2015 PERAN UNSUR MIKRO BAGI TANAMAN KARET Abstract PDF Charlos Togi Stevanus Jamin Saputra Thomas Wijaya Vol 32 No 1 2013 Volume 32 Nomor 1 Tahun 2013 Perbanyakan Bahan Tanam Karet Juvenil di China Abstract PDF Atminingsih Atminingsih Vol 33 No 2 2014 volume 33 Nomor 2 Tahun 2014 PERKEMBANGAN DAN UPAYA PENGENDALIAN KERING ALUR SADAP KAS PADA TANAMAN KARET Hevea brasiliensis Abstract PDF Mochlisin Andriyanto Radite Tistama Vol 33 No 2 2014 volume 33 Nomor 2 Tahun 2014 PERKEMBANGAN INDUSTRI NANO FILLER UNTUK INDUSTRI KARET DI INDONESIA Abstract PDF Adi Cifriadi Norma Arisanti Kinasih Vol 32 No 1 2013 Volume 32 Nomor 1 Tahun 2013 PERKEMBANGAN KARET ALAM DI MYANMAR Abstract PDF Afrizal Vachlepi Thomas Wijaya Vol 34 No 1 2015 volume 34 Nomor 1 Tahun 2015 PERKEMBANGAN KULTUR IN VITRO PADA TANAMAN KARET Hevea brasiliensis Müell Arg MELALUI EMBRIOGENESIS SOMATIK DI CIRAD PERANCIS Abstract PDF Ari Fina Bintarti Vol 33 No 1 2014 volume 33 Nomor 1 Tahun 2014 PERKEMBANGAN PENELITIAN INDUKSI KALUS EMBRIOGENIK PADA JARINGAN VEGETATIF TANAMAN KARET KLONAL Hevea brasiliensis Muell Arg Abstract PDF Lestari Admojo Ari Indrianto Hananto Hadi Vol 33 No 1 2014 volume 33 Nomor 1 Tahun 2014 PERKEMBANGAN PENELITIAN KLON KARET UNGGUL IRR SERI 100 SEBAGAI PENGHASIL LATEKS DAN KAYU Abstract PDF Aidi Daslin Vol 32 No 1 2013 Volume 32 Nomor 1 Tahun 2013 PERKEMBANGAN RISET DAN PENGGUNAAN MINYAK NABATI TEREPOKSIDASI SEBAGAI BAHAN PEMLASTIS KARET DAN PLASTIK Abstract PDF Norma Arisanti Kinasih adi Cifriadi Vol 34 No 2 2015 In Press PRODUKSI MEDIUM DENSITY FIBREBOARD MDF DARI KAYU KARET DI SUMATERA SELATAN POTENSI MUTU DAN PROSES PENGOLAHANNYA Abstract Afrizal Vachlepi Vol 33 No 1 2014 volume 33 Nomor 1 Tahun 2014 PRODUKTIVITAS KLON KARET IRR SERI 100 DAN 200 PADA BERBAGAI AGROKLIMAT DAN SISTEM SADAP Abstract PDF Aidi Daslin Vol 34

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/search/titles?searchPage=2 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • Reset Password
    Font Size Information For Readers For Authors For Librarians Home About Login Register Search Current Archives Announcements Focus and Scope Editorial Boards Author Guideline Submission Publication Ethics Journal Contact Home Reset Password Reset Password For security reasons this system emails a reset password to registered users rather than recalling the current password Enter your email address below to reset your password A confirmation will be sent to this email address

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/login/lostPassword (2016-02-15)
    Open archived version from archive