archive-id.com » ID » P » PUSLITKARET.CO.ID

Total: 267

Choose link from "Titles, links and description words view":

Or switch to "Titles and links view".
  • Vol 34, No 1 (2015)
    KELUD STUDI KASUS KEBUN NGRANGKAH PAWON JAWA TIMUR Saiful Rodhian Achmad Hananto Hadi PDF 19 30 Kajian PERKEMBANGAN KULTUR IN VITRO PADA TANAMAN KARET Hevea brasiliensis Müell Arg MELALUI EMBRIOGENESIS SOMATIK DI CIRAD PERANCIS Ari Fina Bintarti PDF 1 10 PERAN UNSUR MIKRO BAGI TANAMAN KARET Charlos Togi Stevanus Jamin Saputra Thomas Wijaya PDF 11 18 STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI LATEKS SECARA KONTINU DENGAN TEKNOLOGI STIMULAN GAS ETILEN RIGG 9 Akhmad

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/issue/view/14/showToc (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • Site Map
    Username Password Remember me Language Select Language English Indonesian Journal Content Search Search Scope All Authors Title Abstract Index terms Full Text Font Size Home About Login Register Search Home About the Journal Site Map Site Map Home Jurnal Penelitian

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/index/about/siteMap (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • KERAGAAN DAN POTENSI HASIL KARET DARI BEBERAPA GENOTIPE HASIL PERSILANGAN ANTAR TETUA TANAMAN BERKERABAT JAUH | Sayurandi | Jurnal Penelitian Karet
    Abstract Kemajuan pemuliaan dan seleksi tanaman karet sangat bergantung kepada potensi dan ketersediaan sumber keragaman genetik Keragaman genetik dapat dihasilkan melalui kegiatan persilangan antar tetua yang memiliki hubungan kekerabatan jauh Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keragaan tanaman dan potensi hasil karet kering dari genotipe hasil persilangan berkerabat jauh di pengujian evaluasi semaian Sebanyak 62 genotipe hasil persilangan digunakan dalam penelitian ini Sebagai tetua betina digunakan klon yang berasal dari populasi Wickham yaitu RRIM 600 IAN 873 IRR 111 PB 260 RRII 105 PM 10 IRR 104 dan IRR 220 sedangkan sebagai tetua jantan digunakan genotipe yang berasal dari ekspedisi IRRDB 1981 di antaranya PN 4267 PN 3508 PN 4143 PN 3760 PN 3763 PN 5009 PN 1682 dan PN 1527 Populasi genotipe F1 tersebut ditanam di Kebun Percobaan Balai Penelitian Sungei Putih Pusat Penelitian Karet pada tahun 2003 dengan menggunakan jarak tanam 2 x 2 m Evaluasi dilakukan terhadap karakter pertumbuhan tanaman anatomi kulit dan potensi hasil karet Hasil analisis menunjukkan keragaman yang cukup signifikan pada lima sifat yang diamati dengan koefisien keragaman hasil karet kering 77 10 lilit batang 29 32 ukuran tebal kulit 26 47 jumlah cincin pembuluh lateks 27 44 dan diameter sel pembuluh lateks 17

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/166 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • UJI ADAPTASI KLON KARET HARAPAN IRR SERI 200 PADA MASA TANAMAN BELUM MENGHASILKAN DI DAERAH BERIKLIM BASAH, KEBUN AEK TARUM – KABUPATEN ASAHAN | Sayurandi | Jurnal Penelitian Karet
    Suhendry Sekar Woelan Abstract Pada tanaman karet kondisi curah hujan dan hari hujan bisa merupakan salah satu faktor pembatas untuk pertumbuhan tanaman secara optimal Pada umumnya tanaman karet dapat tumbuh dan berproduksi optimal pada kondisi curah hujan berkisar 1800 2500 mm th dan jumlah hari hujan berkisar 115 150 hari th Dengan demikian seleksi klon karet unggul yang dapat beradaptasi dengan baik pada kondisi cekaman lingkungan tertentu seperti curah hujan tinggi sangat penting dilakukan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keragaan klon karet unggul harapan IRR seri 200 pada wilayah beriklim cukup basah Pengujian adaptasi klon unggul harapan IRR seri 200 dan klon pembanding PB 260 dibangun di Kebun Aek Tarum Kabupaten Asahan pada tahun 2010 Rata rata curah hujan selama delapan tahun di lokasi penelitian ini sebesar 2899 mm th dengan jumlah hari hujan sebanyak 186 hari th Jumlah curah hujan dan hari hujan di lokasi penelitian ini tergolong tinggi sehingga kurang optimal untuk pertumbuhan dan produktivitas tanaman karet Pengamatan terhadap karakter pertumbuhan lilit batang dilakukan pada umur 1 4 tahun Karakter tebal kulit dan anatomi kulit diamati pada umur 4 tahun Intensitas serangan penyakit gugur daun Colletotrichum Oidium dan Corynespora diamati pada umur 3 dan 4 tahun Hasil

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/167 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • UJI ADAPTASI KLON KARET IRR SERI 100 PADA AGROKLIMAT KERING DI KEBUN SUNGEI BALEH KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA | Daslin | Jurnal Penelitian Karet
    empat 1985 2010 telah menghasilkan berbagai jenis klon unggul diantaranya klon IRR seri 100 Informasi kinerja yang lebih luas dari berbagai klon unggul baru diperlukan untuk pengembangan perkebunan karet pada lokasi tertentu Percobaan adaptasi klon dibangun tahun 2002 di Kebun Sungei Baleh PT Bakrie Sumatra Plantation bertujuan untuk mengetahui potensi pertumbuhan dan produksi khususnya di daerah Kabupaten Asahan Sumatera Utara Bahan pengujian adalah 14 klon IRR seri 100 yaitu IRR 100 IRR 104 IRR 105 IRR 107 IRR 109 IRR 110 IRR 111 IRR 112 IRR 117 IRR 118 IRR 120 dengan klon pembanding PB 260 menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan tiap plot terdiri dari 550 pohon 11 baris x 50 tanaman jarak tanam 2 8 x 5 2 m Observasi dilakukan terhadap produktivitas karet kering dengan sistem sadap 1 2S d 3 ET 2 5 disadap setengah spiral frekuensi sekali tiga hari menggunakan stimulant Etefon 2 5 Sifat pertumbuhan yang diamati adalah lilit batang rata rata pertambahan lilit batang per tahun dan tebal kulit masing masing diamati pada ketinggian setinggi 150 cm dari permukaan tanah sedangkan sifat fisiologi yang diamati adalah kecepatan aliran lateks dan indeks penyumbatan Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon IRR 107 dan IRR 112

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/168 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • KETAHANAN LAPANGAN TANAMAN KARET KLON IRR SERI 100 TERHADAP TIGA PATOGEN PENTING PENYAKIT GUGUR DAUN | Dalimunthe | Jurnal Penelitian Karet
    dan efisien karena kemampuan tanaman menghambat atau menahan gangguan penyakit tanpa menggunakan fungisida Rendahnya kerusakan tanaman pada klon resisten adalah sebagai akibat penurunan populasi awal patogen dan laju infeksi patogen Penelitian dilakukan di kebun Sungei Baleh PT Bakrie Sumatera Plantation Deli Serdang Sumatera Utara menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan dan dua belas perlakuan terdiri dari IRR 100 IRR 104 IRR 105 IRR 107 IRR 109 IRR 110 IRR 111 IRR 112 IRR 117 IRR 118 IRR 120 dan RRIC 100 sebagai pembanding kontrol Pengamatan intensitas serangan penyakit gugur daun di lapangan dilakukan dengan menentukan secara acak 10 pohon contoh klon dan dari setiap pohon diambil 10 tangkai daun atau 30 helai daun dari dua sisi yang berlawanan diantara gawangan tanaman Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui resistensi klon IRR seri 100 terhadap tiga patogen utama penyakit gugur pada berbagai tingkat umur tanaman Hasil penelitian menunjukkan intensitas serangan C gloesporioides O heveae dan C cassiicola berbeda nyata diantara klon karet IRR seri 100 yang diuji Intensitas serangan C gloesporioides berkisar antara 23 55 30 99 sehingga semua klon yang diuji termasuk dalam kategori agak resisten Intensitas serangan O heveae antara 13 98 18 66 klon IRR 100 IRR 104 dan

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/169 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • PEREMAJAAN OPTIMAL TANAMAN KARET DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IX (ANALISIS SIMULASI PADA KEBUN GETAS) | Widyasari | Jurnal Penelitian Karet
    Bestari Kontak Kebijakan Editorial Pedoman Pengajuan Naskah Home Volume 33 Nomor 1 Tahun 2015 Widyasari PEREMAJAAN OPTIMAL TANAMAN KARET DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX ANALISIS SIMULASI PADA KEBUN GETAS Titik Widyasari Slamet Hartono Irham Irham Abstract Peremajaan tanaman karet umumnya dilakukan sebelum mencapai 30 tahun karena pertimbangan teknis yang tidak sesuai dan belum dilengkapi analisis finansial yang tepat Penelitian bertujuan untuk memperoleh saat dan pola peremajaan optimal tanaman karet serta melihat responnya terhadap perubahan kenaikan biaya dan penurunan harga Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dilakukan di Kebun Getas PT Perkebunan Nusantara IX Kabupaten Semarang Jawa Tengah dengan menggunakan konsep maksimalisasi keuntungan Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat optimal peremajaan tanaman karet adalah saat umur 25 tahun dan pola optimal peremajaan adalah 4 dari luasan kebun karet Saat optimal dan pola optimal peremajaan juga tetap saat dilakukan perubahan kenaikan biaya 5 10 dan penurunan harga 5 10 secara simultan Meskipun saat dan pola peremajaan optimalnya terjadi pada saat yang sama namun memiliki perbedaan nilai MNR dan ANR yang semakin rendah seiring dengan turunnya harga dan naiknya biaya Perusahaan sebaiknya melakukan peremajaan di saat optimal jika melakukan peremajaan sebelum saat optimal maka belum mencapai keuntungan rata rata tahunan yang maksimum Namun kondisi tersebut

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/170 (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • PENGAWETAN KAYU KARET MENGGUNAKAN BAHAN ORGANIK DENGAN TEKNIK PERENDAMAN PANAS | Vachlepi | Jurnal Penelitian Karet
    Pedoman Pengajuan Naskah Home Volume 33 Nomor 1 Tahun 2015 Vachlepi PENGAWETAN KAYU KARET MENGGUNAKAN BAHAN ORGANIK DENGAN TEKNIK PERENDAMAN PANAS Afrizal Vachlepi Didin Suwardin Sherly Hanifarianty Abstract Kebutuhan kayu terus mengalami peningkatan Sementara itu ketersediaan kayu hutan semakin berkurang dan terbatas Kayu karet dapat menjadi salah satu alternatif pengganti kayu alam Untuk meningkatkan ketahanan kayu karet dari organisme perusak kayu seperti serangga dan jamur perlu dilakukan pencegahan dan pengawetan Penggunaan pengawet kimia diduga mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan Oleh karena itu perlu alternatif pengawet organik yang lebih ramah lingkungan Aplikasi bahan pengawet pada kayu karet alam dapat menggunakan teknik perendaman panas Faktor perlakuan terdiri atas jenis bahan pengawet dan lama perendaman Bahan pengawet yang digunakan berupa asap cair 5 ekstrak kunyit 5 formalin 5 dan boraks 5 Sedangkan waktu perendaman kayu karet terdiri dari 0 kontrol 1 3 dan 5 jam Parameter yang diamati yaitu retensi bahan pengawet penyusutan berat warna dan derajat proteksi terhadap kerusakan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan asap cair sebagai bahan pengawet kayu karet lebih baik dibandingkan ekstrak kunyit Retensi dan derajat proteksi asap cair sebagai bahan pengawet tidak berbeda dibandingkan dengan bahan pengawet kimia boraks dan formalin Penggunaan asap cair hanya akan mempengaruhi warna

    Original URL path: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/171 (2016-02-15)
    Open archived version from archive