archive-id.com » ID » P » PUSLITKARET.CO.ID

Total: 263

Choose link from "Titles, links and description words view":

Or switch to "Titles and links view".
  • EVALUASI PENGOLAHAN DAN MUTU BAHAN OLAH KARET RAKYAT (BOKAR) DI TINGKAT PETANI KARET DI SUMATERA SELATAN
    dilakukan dengan metode survei dengan memilih sampel secara purposive yaitu daerah daerah yang merupakan sentra karet Pengambilan data dilakukan melalui metode Focus Group Discussion FGD yang melibatkan perangkat perangkat desa dan diikuti wawancara dengan petani dan pengamatan visual terhadap mutu bokar yang dihasilkan petani Hasil survei menunjukkan bahwa penerapan Permentan dan Permendag belum dilaksanakan sepenuhnya di tingkat petani Hal ini dikarenakan peraturan dari lembaga pemasaran yang belum tegas untuk menolak

    Original URL path: http://www.puslitkaret.co.id/jurnal-penelitian-karet/102-jurnal-penelitian-karet-31-149.html (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • PEMANFAATAN HASIL PIROLISIS LIMBAH BAN BEKAS SEBAGAI BAHAN PELUNAK UNTUK PEMBUATAN BARANG JADI KARET
    penelitian konversi limbah ban bekas menjadi bahan pelunak barang jadi karet dengan proses pirolisis Pirolisis dilakukan pada suhu 4000C 5000C selama 2 3 jam menghasilkan cairan pirolisat dengan nilai berat jenis spesifik 1 0139 viskositas kinematis pada 2100F sebesar 7 063 cst titik tuang 60C dan titik nyala 156 50C Pirolisat yang digunakan pada percobaan sebesar 5 7 dan 10 bsk sebagai bahan pelunak pada vulkanisat yang dibandingkan dengan vulkanisat

    Original URL path: http://www.puslitkaret.co.id/jurnal-penelitian-karet/103-jurnal-penelitian-karet-31-149.html (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • STUDI KINETIKA VULKANISASI BELERANG PADA KOMPON KARET ALAM TANPA BAHAN PENGISI
    parameter yang berpengaruh dalam vulkanisasi diantaranya temperatur vulkanisasi waktu pra vulkanisasi laju vulkanisasi dan waktu optimum proses vulkanisasi Untuk menentukan laju vulkanisasi pada sistem vulkanisasi belerang dapat diukur dengan menggunakan alat rheometer Data hasil pengujian rheometer dapat digunakan untuk menghitung konstanta laju reaksi dan energi aktivasi berdasarkan persamaan Arrhenius Penelitian ini melakukan studi tentang kinetika reaksi vulkanisasi belerang pada kompon karet alam tanpa bahan pengisi untuk ketiga sistem vulkanisasi belerang

    Original URL path: http://www.puslitkaret.co.id/jurnal-penelitian-karet/104-jurnal-penelitian-karet-31-159.html (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • PENGUJIAN ADAPTASI BEBERAPA KLON KARET PADA MASA TANAMAN BELUM MENGHASILKAN
    tanaman belum menghasilkan Sebanyak sembilan klon karet yaitu IRR 5 IRR 104 IRR 112 IRR 118 IRR 119 IRR 230 PB 217 RRIM 921 RRII 105 dan klon pembanding PB 260 diuji dalam penelitian ini Pengujian adaptasi dilakukan pada dua daerah yang memiliki agroekosistem yang berbeda yaitu Gunung Tua yang terletak di Kabupaten Padang Lawas Utara memiliki iklim yang lebih kering dan Batang Toru terletak di Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki iklim yang lebih basah Pengujian adaptasi dibangun pada tahun 2005 dan 2007 dengan menggunakan rancangan acak kelompok RAK Pengamatan karakter pertumbuhan lilit batang dilakukan pada umur 2 3 dan 4 tahun sedangkan karakter tebal kulit dan anatomi kulit diamati pada umur 4 tahun Intensitas serangan penyakit gugur daun Oidium Colletotrichum dan Corynespora diamati pada umur 3 tahun Hasil pengujian menunjukkan bahwa klon IRR 104 dan IRR 118 memiliki pertumbuhan yang cukup jagur di daerah kering sedangkan klon IRR 5 IRR 112 PB 217 dan RRIM 921 memiliki pertumbuhan paling jagur pada kondisi iklim lebih basah Berdasarkan karakter tebal kulit dan anatomi kulit menunjukkan klon IRR 5 PB 217 RRII 105 dan RRIM 921 memiliki karakter tebal kulit paling tinggi sedangkan klon IRR 5 IRR 104 IRR 112 IRR 118 dan

    Original URL path: http://www.puslitkaret.co.id/jurnal-penelitian-karet/105-jurnal-penelitian-karet-32-1.html (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • EFEKTIVITAS BAKTERI ANTAGONIS (Pseudomonas sp.) UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT CABANG JAMUR UPAS (Corticium salmonicolor)
    pada batang dan cabang tanaman karet tidak sepopuler serangan penyakit daun maupun akar meskipun demikian dampak kerugian yang disebabkan oleh kerusakan cabang dan batang cukup tinggi terutama di daerah yang mempunyai curah hujan tinggi dan kelembaban tinggi Untuk itu perlu ditemukan mikroorganisme antagonis efektif dan efisien untuk pengendalian penyakit cabang jamur upas seperti bakteri Pseudomonas sp Oleh karena itu perlu penegasan mengenai keefektifan dari Pseudomonas sp tersebut dengan melakukan pengujian kembali Pengujian dilakukan dengan cara mengoleskan Pseudomonas sp pada cabang yang terserang jamur upas dengan berbagai tingkat serangan Perlakuan dilakukan sebanyak empat kali dengan interval satu minggu Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok RAK non faktorial dengan 7 perlakuan yang terdiri dari Pseudomonas sp tanpa penyimpanan satu bulan penyimpanan dua bulan penyimpanan dan tiga bulan penyimpanan dua macam fungisida kimia Triadimefon dan Heksakonazol dan kontrol tanpa aplikasi Masing masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan 20 tanaman sampel pada setiap unitnya Pengamatan dilaksanakan setiap bulan setelah aplikasi ke empat dengan parameter persentase kesembuhan penyakit Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pseudomonas sp dengan penyimpanan selama tiga bulan memiliki kemampuan terbaik mengendalikan penyakit jamur upas di lapangan dengan persentase kesembuhan

    Original URL path: http://www.puslitkaret.co.id/jurnal-penelitian-karet/109-jurnal-penelitian-karet-32-10.html (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • PENGARUH JENIS MATA ENTRES DAN KLON TERHADAP KEBERHASILAN OKULASI DAN PERTUMBUHAN TUNAS PADA OKULASI HIJAU DI POLIBEG
    PENGARUH JENIS MATA ENTRES DAN KLON TERHADAP KEBERHASILAN OKULASI DAN PERTUMBUHAN TUNAS PADA OKULASI HIJAU DI POLIBEG Pada saat ini pengadaan bahan tanam karet dengan cara okulasi tanaman muda langsung di polibeg sedang berkembang terutama di perkebunan besar Pertanyaan yang sering dilontarkan para pekebun adalah jenis mata okulasi apa yang cocok untuk digunakan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mata okulasi terhadap persentase keberhasilan dan pertumbuhan tunas hasil okulasi hijau di polibeg Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Sungei Putih menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor yaitu jenis klon PB 260 dan IRR 118 dan jenis mata okulasi yaitu mata daun hijau MDH mata daun coklat MDC mata sisik hijau MSH dan mata sisik coklat MSC Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk okulasi hijau dalam polibeg jenis mata yang paling sesuai adalah mata sisik hijau MSH Meskipun persentase keberhasilannya tinggi 90 5 tunas yang tumbuh dari MSH relatif lebih kecil dibandingkan dengan jenis mata entres lainnya sehingga pemeliharaan setelah okulasi tumbuh sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan tunas Pada kondisi MSH tidak mencukupi okulasi hijau di polibeg dapat dilakukan dengan menggunakan mata sisik coklat MSC dan mata daun hijau MDH namun tidak dianjurkan menggunakan mata daun coklat MDC

    Original URL path: http://www.puslitkaret.co.id/jurnal-penelitian-karet/107-jurnal-penelitian-karet-32-21.html (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • POTENSI DAN KOMPATIBILITAS MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR (MVA) DENGAN BIBIT TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis MUELL Arg.) KLON PB 260
    Tujuan penelitian adalah untuk menguji potensi dan kompatibilitas Mikoriza Vesikular Arbuskular MVA dengan bibit karet Hevea brasiliensis MUELL Arg klon PB 260 yang masih mempunyai daun payung dua berasal dari Balai Penelitian Sungei Putih di rumah kaca Uji potensi dan kompatibilitas dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok RAK non faktorial dengan tiga ulangan dan delapan perlakuan MVA yaitu dua isolat MVA indigenous karet lima isolat MVA koleksi laboratorium Biologi Tanah FP USU dan tanpa MVA kontrol Diinnokulasikan spora MVA sesuai perlakuan dengan memberikan sebanyak 20 spora per polibeg disekitar perakaran bibit tanaman karet Pengamatan dilakukan setelah terbentuk daun payung tiga Variabel yang diamati meliputi derajat infeksi akar oleh mikoriza serapan hara P dan pertumbuhan tanaman Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari beberapa isolat yang diujikan ternyata isolat Acaulospora sp 1 kuning besar dan isolat Acaulospora sp 2 kuning kecil mempunyai kemampuan beradaptasi yang tinggi dengan bibit tanaman karet yang diujikan ditunjukkan oleh derajat infeksi akar yang tinggi yaitu 55 dan 48 yang berbeda sangat nyata dari perlakuan lain Untuk serapan unsur hara P tanaman yang diinokulasi dengan kedua isolat ini mempunyai kandungan P yang tertinggi masing masing 34 mg P dan 35 mg P Kedua isolat ini adalah isolat koleksi Laboratorium FP

    Original URL path: http://www.puslitkaret.co.id/jurnal-penelitian-karet/108-jurnal-penelitian-karet-32-31.html (2016-02-15)
    Open archived version from archive

  • EFEKTIVITAS BAKTERI ANTAGONIS (Pseudomonas sp.) UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT CABANG JAMUR UPAS (Corticium salmonicolor)
    pada batang dan cabang tanaman karet tidak sepopuler serangan penyakit daun maupun akar meskipun demikian dampak kerugian yang disebabkan oleh kerusakan cabang dan batang cukup tinggi terutama di daerah yang mempunyai curah hujan tinggi dan kelembaban tinggi Untuk itu perlu ditemukan mikroorganisme antagonis efektif dan efisien untuk pengendalian penyakit cabang jamur upas seperti bakteri Pseudomonas sp Oleh karena itu perlu penegasan mengenai keefektifan dari Pseudomonas sp tersebut dengan melakukan pengujian kembali Pengujian dilakukan dengan cara mengoleskan Pseudomonas sp pada cabang yang terserang jamur upas dengan berbagai tingkat serangan Perlakuan dilakukan sebanyak empat kali dengan interval satu minggu Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok RAK non faktorial dengan 7 perlakuan yang terdiri dari Pseudomonas sp tanpa penyimpanan satu bulan penyimpanan dua bulan penyimpanan dan tiga bulan penyimpanan dua macam fungisida kimia Triadimefon dan Heksakonazol dan kontrol tanpa aplikasi Masing masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan 20 tanaman sampel pada setiap unitnya Pengamatan dilaksanakan setiap bulan setelah aplikasi ke empat dengan parameter persentase kesembuhan penyakit Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pseudomonas sp dengan penyimpanan selama tiga bulan memiliki kemampuan terbaik mengendalikan penyakit jamur upas di lapangan dengan persentase kesembuhan

    Original URL path: http://www.puslitkaret.co.id/jurnal-penelitian-karet/109-jurnal-penelitian-karet-32-37.html (2016-02-15)
    Open archived version from archive