archive-id.com » ID » S » SWA.CO.ID

Total: 1283

Choose link from "Titles, links and description words view":

Or switch to "Titles and links view".
  • Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 (Photo) - Majalah SWA Online
    2013 This Photo Album on Flickr Facebook Google Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 swamediainc RELATED POST Indonesia Original Brand 2013 Photo The Best CEO and Indonesia Future Business Leader Award 2013 Video The Best CEO Indonesia Future Business Leader Award 2013 Photo Indonesia Health Care Marketing Innovation Conference 2013 Video YOUNG COOL ENTREPRENEURS SWA EDISI 04 2012 THE INDONESIA MOST RECOMMENDED CONSUMER COMMUNITY BRAND of CHOICE by COMMUNITY AWARD 2013 Tweet WOM Finance SWA Indonesia Finansial Kreatif Industri Young Finance Award Askes finalis consumer Inventure 2013 Bank UOB Indonesia Penghargaan Banker Indonesia Young Consumer Banker Award 2013 Dewan Juri Consumer Banker Bank Tabungan Negara Indonesia WYR Solution Middle Class Banking Photos No Comments Print this News Standarisasi Mutlak untuk Memerangi Serbuan Produk Impor Previous News Next News Indonesian Employers of Choice Award 2013 Photo Related News SWA 100 Indonesia s Best Wealth Creators 2015 Acara Malam Penghargaan Photo Inilah beberapa peraih penghargaan dalam acara malam penghargaan SWA 100 yang diselenggarakan di Ballroom Shangri Read More Tweet Indonesia Green Region Award 2014 Photo Indonesia Green Company SRI KEHATI Award 2014 Photo HR Excellence Award Future HR Leader Award 2014 Photo Indonesia Road Safety Award 2014 Indonesia Customer Satisfaction Award 2014 Photo The BEST CEO 2014 Photo Building the future ready organization in Southeast Asia Indonesia Best Brand Award 2014 Photo Indonesia Middle Class Brand Forum III Membidik Pasar Kelas Menengah Muslim Photo Leave a Reply Cancel Reply Your email address will not be published Required fields are marked as Comment Name E Mail Website ne v Please enter an answer in digits four two Terpopuler Ini Tarif Baru Go Jek Masih Mau Pesan Mantan CEO Perusahaan Busana Muslim Jadi Bos Baru PT Pos Libur Panjang Tapi Omzet Pedagang di Pasar

    Original URL path: http://swa.co.id/photos/indonesia-young-consumer-banker-award-2013-photo (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Indonesia Road Safety Award 2013 (Video) - Majalah SWA Online
    Johny Haryanto Sekretaris Daerah Kota Probolinggo memberikan testimoni di sela sela Sesi Penjurian Indonesia Road Safety Award 2013 8 14 Indonesia Road Safety Award 2013 Kota Semarang Joko Santosa Kasubag Perencanaan Dinas Perhubungan Kota Semarang memberikan testimoni di sela sela Sesi Penjurian Indonesia Road Safety Award 2013 10 09 Indonesia Road Safety Award 2013 Kota Tarakan Junaidi Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Kota Tarakan memberikan testimoni di sela sela Sesi Penjurian Indonesia Road Safety Award 2013 16 13 Indonesia Road Safety Award 2013 Kota Bekasi Tim Pemerintah Kota Bekasi tengah berbagi pengalaman menjaga keselamatan jalan di sela sela Sesi Penjurian Indonesia Road Safety Award 2013 10 41 Indonesia Road Safety Award 2013 Kota Bontang Walikota Bontang Ir H Adi Darma M Si memberikan testimoni di sela sela Sesi Penjurian Indonesia Road Safety Award 2013 Bontang adalah salah satu finalis IRSA 2013 kategori Kota Sedang 5 44 Indonesia Road Safety Award 2013 Kota Balikpapan Wakil Walikota Balikpapan Heru Bambang memberikan testimoni di sela sela sesi penjurian Indonesian Road Safety Award 2013 5 23 Indonesia Road Safety Award 2013 Dr Graham Tallis World Health Organization WHO Indonesia Dr Graham Tallis yang mewakili World Health Organization WHO Indonesia memberikan sambutan pada Indonesia Road Safety Award 2013 35 21 Indonesia Road Safety Award 2013 Konferensi Pers Konferensi Pers Indonesia Road Safety Award 2013 7 36 Indonesia Road Safety Award 2013 Kemal Effendi Gani Sambutan Pemimpin Umum SWA Kemal Effendi Gani pada Indonesia Road Safety Award 2013 7 41 Indonesia Road Safety Award 2013 Iskandar Abu Bakar Iskandar Abubakar Ketua Global Road Safety Partnership GRSP Indonesia memberikan sambutan pada Indonesia Road Safety Award 2013 18 19 Indonesia Road Safety Award 2013 Indra Baruna Direktur Utama Adira Insurance Indra Baruna memberikan sambutan pada Indonesia Road Safety Award 2013 yang berlangsung di Balai Sudirman Jakarta pada 11 Desember 2013 More Videos swa co id video swa co id category videos youtube com swamediainc RELATED POST INDONESIA ROAD SAFETY AWARD IRSA 2014 Indonesia Road Safety Award 2014 Video Indonesia Road Safety Award 2014 BSM Targetkan Pembiayaan Rumah Rp 4 2 Triliun Indonesia Green Region Award 2013 Video INDONESIA BEST CITIES FOR BUSINESS 2013 SWA Edisi 17 2013 Tweet SWA Indonesia Award Kota Semarang Bogor Tangerang Bekasi I Wanna Get Home Safely Balikpapan Majalah SWA Kabupaten Penghargaan Probolinggo IWGHS Pekanbaru Indonesia Road Safety Award 2013 Road Safety IRSA Jalan Raya Bontang Tarakan Videos No Comments Print this News Rowan Sentana Suhendy Previous News Next News BPR Harus Mampu Tingkatkan Perekonomian Indonesia Related News Word of Mouth Marketing Award 2015 Video Rekomendasi konsumen untuk membeli merek merek tertentu sangat dipengaruhi oleh faktor talkable seberapa sering merek diperbincangkan Read More Tweet SWA 100 Indonesia s Best Wealth Creators 2015 Video Indonesia Good Corporate Governance Award 2014 Video Indonesia Green Region Award 2014 Video Indonesia Green Company Award 2014 Video HR Excellence Award 2014 Video Indonesia Road Safety Award 2014 Video Indonesia Customer Satisfaction Award 2014 Video The Best CEO 2014 Video Indonesia Leadership Human Capital Summit 2014 Video Leave a

    Original URL path: http://swa.co.id/videos/indonesia-road-safety-award-2013-video (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Diversifikasi Merek: Ya atau Tidak? - Majalah SWA Online
    miliar kemudian meningkat 19 di tahun 2014 menjadi USD 5 395 miliar Walau mengalami penurunan 10 pada 2015 menjadi USD 4 844 miliar Unilever menunjukkan tren untuk terus meningkat karena Unilever selalu melakukan review secara berkala terhadap kinerja merek merek yang dikelolanya Dalam banyak hal kebijakan yang ditempuh oleh Unilever sangat masuk akal Sebagai contoh Dove telah berubah menjadi merek berkekuatan global dengan diversifikasi ke banyak lini produk dan segmen pasar pertumbuhan volume yang cepat dan pendapatan dan laba mencapai miliaran dolar AS Berdasarkan penilaian merek Dove saat ini telah mencapai USD 5 8 miliar dan berhasil masuk kedalam Brand Finance Global 500 di posisi 235 dunia Dove menjadi kisah sukses sebuah diversifikasi merek melalui strategi ekstensi merek yang dilakukan oleh Unilever dan menunjang pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan Namun demikian strategi tersebut mengorbankan banyak merek baru atau merek yang sedang dikembangkan di negara negara seperti India karena merek merek tersebut tidak bisa tumbuh menjadi merek global dengan cepat Para pemilik merek lokal dengan antusias membeli merek merek yang didivestasi atau memanfaatkan celah yang tercipta karena merek merek lokal Unilever yang tidak lagi diberikan investasi lebih lanjut Dalam hal ini tim valuasi merek internal Unilever dikerahkan untuk mengevaluasi dan memprioritaskan portofolio merek Unilever adalah perusahaan terdepan yang turut menerapkan praktek penilaian merek yang sesuai dengan standar internasional ISO 10668 Rasionalisasi dan ekstensi merek didukung oleh analisis hukum untuk membangun kekuatan dan kemampuan diversifikasi merek analisis perilaku secara komprehensif diterapkan di seluruh portofolio dan analisis keuangan dilakukan oleh analis keuangan pemasaran internal yang ahli Bila terjadi kesalahan itu menunjukkan bahwa valuasi merek adalah sebuah mekanisme pengambilan keputusan yang didasarkan dan diarahkan oleh data analisa dan asumsi asumsi yang juga bisa saja tidak benar Standar ISO menegaskan bahwa analisis sensitivitas yang menunjukkan deretan value dari penilaian berdasarkan asumsi yang berbeda beda harus dimasukkan ke dalam opini bukan menjadi satu satunya yang digunakan Penilaian merek adalah sebuah opini pada waktu tertentu Model penilaian merek perlu diperbarui dan ditinjau secara berkala dan keputusan manajemen perlu secara tegas mengubah kesimpulan yang berasal dari hasil penilaian tersebut Penilaian merek merupakan sebuah teknik untuk mendukung manajemen oleh sebab itu sangatlah penting mengapa teknik penilaian merek harus konsisten transparan dan direproduksi seperti yang dipersyaratkan oleh ISO 10668 Jimmy Halim Deputy Managing Director Brand Finance Indonesia j halim brandfinance com RELATED POST Tips Kelola Gaji Utang Boleh Tapi Strategi Brand Extention Freeport Bisa Diambil Alih tapi Mengelola Aset Paling Berharga Libatkan Partisipasi ASEAN dan China Aktivasi Merek BCA Terbaik di Indonesia Karya Cipta Unggul Tak Henti Inovasi Desain Tweet brand value Jimmy Halim Brand Finance Deputy Managing Director Brand Valuation diversifikasi merek Column No Comments Print this News Rahasia Ahmed Tessario Berbisnis Beras Organik Previous News Next News Norwegia Siap Hibahkan Rp 260 Miliar Perkuat Ekonomi Hijau Indonesia Related News Publikasi CEO Mewakili Perusahaan CEO bukanlah selebriti atau politikus yang membutuhkan publikasi besar besaran Mereka pun tidak memerlukan dukungan publik Read More Tweet Menyoal Inovasi dan Kolaborasi Strategi Brand Extention Quick Win Strategy bagi BPJS Kesehatan Menjaga Kelangsungan Bisnis Keluarga

    Original URL path: http://swa.co.id/column/diversifikasi-merek-ya-atau-tidak (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Menyoal Inovasi dan Kolaborasi - Majalah SWA Online
    produk sampo khusus bagi hijabers yakni Sariayu Martha Tilaar Hijab Shampoo Sampo tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan para hijabers untuk mengatasi masalah perawatan rambut mereka Ini merupakan kejelian Sariayu Martha Tilaar melihat peluang yang ada di pasar dimana saat ini tren berhijab memang sedang tumbuh besar di Indonesia Jika dikaitkan dengan praktik inovasi sedikitnya ada dua titik pertambahan nilai yang harus dilalui inovator Pertama melihat oportunitas baru untuk inovasi Kemampuan melihat ini akan menjadi sebuah produk inovasi pembeda dari para pesaing Oportunitas inovasi dapat didefinisikan sebagai sebuah hipotesis tentang adanya penciptaan nilai Terwiesch dan Ulrich 2009 Dalam praktiknya oportunitas bisa berupa kebutuhan baru yang tampak atau terjadinya pertemuan antara kebutuhan dengan kemungkinan solusinya Jika dikaitkan dengan pengembangan produk baru Sariayu Martha Tilaar melalui produk Hijab Shampoo maka itu merupakan oportunitas inovasi dimana produk baru yang dikembangkan tersebut menjawab kebutuhan para hijabers atas masalah perawatan rambut solusi Sejatinya oportunitas inovasi yang dilakukan oleh Sariayu Martha Tilaar merupakan proses yang cukup panjang yang dikerjakan oleh tim peneliti lewat serangkaian uji coba di Martha Tilaar Innovation Centre MTIC Kedua yaitu mengkonseptualkan oportunitas inovasi Bagi perusahaan Sariayu Martha Tilaar tantangan mengembangkan produk Hijab Shampoo adalah menghadirkan konsep yang bisa mengatasi permasalahan rambut yang dialami oleh hijabers Konsep produk dihadirkan dari tim multiperspektif yang terdiri dari bagian R D produksi pemasar fungsional perusahaan hingga ahli tumbuh tumbuhan pihak akademisi universitas Berdasarkan penjelasan diatas terdapat sinkronisasi antara konsep dengan prakteknya Dalam dunia praktisi pengembangan produk baru didasarkan pada konsep konsep yang ditemukan oleh para akademisi Akan tetapi yang menjadi persoalan adalah di saat akademisi melakukan penelitian terkadang tidak terlalu fokus apakah produk baru yang dikembangkan dapat diproduksi secara massal dan diterima oleh pasar Sedangkan bagi praktisi produk baru yang dikembangkan haruslah dapat diproduksi secara massal dan berkelanjutan serta diterima oleh pasar karena pada akhirnya praktisi dalam hal ini perusahaan harus mencari profit untuk keberlanjutan perusahaannya Oleh karena itu sangat diperlukan kolaborasi antara perusahaan dengan akademisi sehingga kedua belah pihak bisa mendapatkan manfaat dan akhirnya produk yang dihasilkan dapat dinikmati oleh masyarakat luas Oleh Ciu Heny Meiria M M Trainer Executive Development Services PPM Manajemen RELATED POST Pupuk Bio Organik Bisa Tingkatkan Produktivitas Sawit The Innovation Diamond 4 Pilar untuk Mencapai Keberhasilan Inovasi 1 10 Pedoman Praktis Pendelegasian Kerja Harus Jeli Menentukan Selling Point Mario Abdisa Hobi Belajar Kiat Meraih Posisi Idaman Lewat Office Politics Tweet Bisnis SWA PPM Manajemen Inovasi dan Kolaborasi Ciu Heny Meiria M M Column No Comments Print this News Mainan Baru Denise Tjokrosaputro di Bisnis Radio Previous News Next News Kereta Bandara Minangkabau Kelar Akhir 2016 Related News Publikasi CEO Mewakili Perusahaan CEO bukanlah selebriti atau politikus yang membutuhkan publikasi besar besaran Mereka pun tidak memerlukan dukungan publik Read More Tweet Diversifikasi Merek Ya atau Tidak Strategi Brand Extention Quick Win Strategy bagi BPJS Kesehatan Menjaga Kelangsungan Bisnis Keluarga Mengelola Aset Paling Berharga Manfaat Emosi Negatif Pembentukan dan Pengembangan Pengetahuan dalam Bisnis Keluarga Affordable Value Innovations for Emerging Market Leave a Reply Cancel Reply Your email address will not be published Required

    Original URL path: http://swa.co.id/column/menyoal-inovasi-dan-kolaborasi (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Strategi Brand Extention - Majalah SWA Online
    tahun 2013 namun kembali meningkat cukup pesat pada tahun 2014 menjadi USD 5 885 miliar naik 39 Dan pada bulan Mei 2015 dengan nilai USD 5 821 miliar Dove menjadi brand kosmetik peringkat 3 tertinggi di dunia dengan brand rating AAA mendekati extremely strong Nilai merek dove telah jauh meninggalkan merek merek lain yang dimiliki oleh Unilever seperti Rexona USD 1 838 miliar Sunsilk USD 1 446 miliar Lux USD 1 377 miliar dan Pond s USD 785 juta Kinerja nilai merek yang ditunjukkan oleh Dove terlihat jauh lebih tinggi di atas merek merek Unilever lainnya karena strategi brand extention yang telah dilakukan selama ini berjalan dengan baik Sedangkan merek merek lainnya hanya bermain disatu kategori saja seperti Rexona hanya bermain di pasar deodoran Sunsilk dipasar hair care Lux di pasar body wash dan Pond s dipasar skin care Merek merek produk Unilever tersebut rata rata memiliki sejarah yang kuat dengan pogram pengembangan produk yang berjalan dengan berkesinambungan yang seharusnya memiliki kemampuan yang sama untuk terus diperluas dengan strategi brand extention Merek Rexona berawal dari gagasan Alice Sheffer istri SF Sheffer pendiri Sheldon Drug Company di Australia pada 1908 Sebagai seorang fisikawan yang bertalenta Alice bercita cita membuat suatu jenis baru produk perawatan tubuh dengan bahan bahan yang efektif dan berbau segar untuk masyarakat umum Ketika Rexona masuk pasaran pada 1908 produk ini segera menjadi produk terlaris perusahaan ini Merek Sunsilk Diluncurkan untuk pertama kalinya di pasar Indonesia dalam botol kaca pada tahun 1952 Pada tahun 1970 Sunsilk diluncurkan kembali dengan menggunakan botol rancangan Internasional dan pada saat yang sama varian kedua lemon diluncurkan dan pada tahun 1975 Sunsilk hitam sampo hitam pertama yang diperkenalkan di pasar dan kemudian menjadi varian tulang punggung merek ini Merek sabun mandi Lux dengan pasar masal pertama yang diluncurkan pada tahun 1924 Dijual di lebih dari 100 negara Menjadi pemimpin pasar di negara negara termasuk Arab Brasil India Thailand dan Afrika Selatan dengan jumlah penjualan sudah mencapai sebesar 1 miliar euro pada tahun 2005 Merek krim Pond ditemukan oleh ilmuwan Theron T Pond pada tahun 1846 sebagai krim obat yang dapat menyembuhkan Pond mengambil sari pati teh penyembuh dari witch hazel dan mendapati bahwa sari pati tersebut dapat menyembuhkan goresan kecil dan penyakit lain Tidak lama kemudian produk tersebut dikenal dengan nama Pond s Extract Setelah berkiprah secara global dalam banyak item muncul pertanyaan penting atas merek Dove Apakah merek Dove telah mencapai kapasitas optimumnya untuk diperluas Apakah merek merek Unilever lainya memiliki potensi untuk melakukan brand extention yang lebih baik dari Dove Apa bahaya yang muncul jika Dove diperluas lebih jauh ke dalam produk aroma perawatan pribadi atau produk rumah tangga bagaimana brand equity nya bagi konsumen Untuk memastikan bahwa strategi brand extention selalu bisa berkontribusi positif perlu dilakukan analisis nilai ekonomi ROI nya sebelum diimplementasikan Economic Return on Investment pada Brand Extention Brand Finance yang sudah berpengalaman hampir 20 tahun sebagai strategic valuation consulting firm memiliki kompetensi membantu menganalisa menghitung dan mengartikulasikan kontribusi Tangible dan Intangible economic ROI dari semua upaya pemasaran

    Original URL path: http://swa.co.id/column/strategi-brand-extention (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Quick Win Strategy bagi BPJS Kesehatan - Majalah SWA Online
    jaminan secara berkelanjutan dalam wilayah NKRI walaupun Peserta berpindah pekerjaan atau tempat tinggal Dalam konteks ini apakah peserta memiliki hak untuk memilih Faskes I Seharusnya diberikan hak tersebut dan saat ini BPJS Kesehatan memberikan keleluasaan bagi Peserta untuk berpindah Faskes I Apabila peserta dihadapkan pada adanya pilihan Faskes I tentu mereka akan memilih Faskes I yang memenuhi persyaratan yang ideal seperti pada Peraturan No 2 tersebut Kenyataannya sebagian Peserta tidak mengetahui alasan kenapa mereka didaftarkan pada suatu Faskes I dan tidak pada yang lain Kriteria domisili Peserta merupakan salah satu alasan yang logis yang digunakan BPJS Kesehatan saat ini Namun pertanyaannya apakahPeserta diperkenankan memilih Faskes I lainnya yang memberikan layanan lebih baik Ini dengan catatan walaupun letak Faskes I tersebut secara geografis lebih jauh dan peserta mau membayar harga jarak lebih jauh yang lebih tingi untuk mendapatkan kwalitas layanan Lalu bagaimana kebijakan BPJS Kesehatan terhadap Faskes I yang tidak memiliki komitmen kinerja Atau tidak melakukan mitigasi resiko yang lebih rinci Sementara Biaya Kapitasi terus dikucurkan dan Peserta dituntut terus membayar iuran tanpa mengetahui arah kemana uangnya akan digunakan yang seharusnya kearah peningkatan akses kwalitas layanan kelengkapan layanan Padahal terlambat membayar Iuran pun peserta akan terkena denda Dengan adanya sejumlah pertanyaan tersebut komunikasi yang jelas kepada peserta mutlak dilakukan Dipublikasikan saja misalnya Faskes I tempat dimana peserta didaftarkan sedang dalam tahap perbaikan Bahkan kalau perlu rencana kerja sebuah Faskes I tersebut ditempelkan dengan ukuran besar pada dinding ruang tunggu Faskes dan pada website BPJS Kesehatan sehingga Peserta dapat selalu memantau progresnya Selain itu ada baiknya peserta dilibatkan dalam memantau kinerja Faskes I dan upaya manajemen Faskes I untuk meningkatkan kwalitas layanan melakukan mitigasi resiko dan bentuk akuntabilitas sebagai penerima biaya kapitasi Hak hak Peserta vs Keterbatasan Infrastruktur Faskes I Secara umum jaminan coverage yang diberikan oleh BPJS Kesehatan jauh lebih baik dibandingkan dengan yang ditawarkan oleh asuransi komersial pada umumnya Namun coverage yang ditawarkan dijanjikan tersebut sulit diperoleh Ibarat kata dalam bahasa komersial Barangnya baik relatif murah namun sulit didapat JKN melalui BPJS Kesehatan menciptakan lonjakan demand namun tidak memiliki kendali langsung atas suplai Janji yang sulit untuk dipenuhi sementara kewajiban peserta untuk membayar iuran terus berjalan Dengan kondisi belum meratanya standar layanan pada Puskesmas di sisi lain BPJS Kesehatan dan masyarakat menuntut suatu standar tertentu maka terjadi mismatch Mitigasi risiko dengan menerapkan prosedur credentialing seleksi atas pemilihan Faskes I berakibat menekan suplai Faskes I Yang terjadi adalah harga meningkat Harga yang harus dibayar oleh peserta dalam bentuk waktu antri dan ketidaknyamanan menjadikan JKN belum memenuhi harapan Peserta Keluhan peserta terutama kelompok peserta yang sebelumya merupakan peserta PT Askes merupakan refleksi dari harga yang meningkat Selain itu kelompok peserta penerima upah pekerja sektor formal BUMN swasta maupun pemberi kerja juga merasakan hal ini Seringkali pemberi kerja harus memberikan ijin cuti bagi karyawannya untuk berobat di Faskes Tingkat I produktifitas karyawan menurun Harapan peserta tidak terpenuhi sementara mereka adalah sumber iuran yang produktif Mereka perlu dikelola dengan cermat untuk menjamin revenue stream bagi BPJS Kesehatan dan kelangsungan JKN tanpa menambah beban bagi

    Original URL path: http://swa.co.id/column/quick-win-strategy-bagi-bpjs-kesehatan (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Menjaga Kelangsungan Bisnis Keluarga - Majalah SWA Online
    perusahaan Kongo Gumi Salah satu kreasi Kongo Gumi adalah istana Osaka yang luar biasa indah milik sosok terkemuka dalam sejarah Jepang Toyotomi Hideyoshi Walau sudah mengalami banyak renovasi namun istana Osaka masih tetap mengesankan karena menyimpan memori perang musim dingin yang menghancurkan klan Toyotomi Kembali pada Kongo Gumi sejak berdirinya perusahaan ini selalu dimiliki dan dikelola oleh keluarga Hal yang membuat Kongo Gumi bertahan hingga abad 20 ini ada tiga hal merawat keahliannya memilih bidang bisnis yang stabil dan tidak banyak saingan serta luwes dalam memilih pimpinan perusahaan Keahlian Kongo Gumi dalam membangun dan memperbaiki kuil serta istana sulit dicari tandingannya tidak saja di Jepang juga di dunia Keahlian ini diteruskan dengan sangat militan dari satu generasi ke generasi berikutnya Kongo Gumi juga memiliki kedisiplinan dalam memilih pemimpin perusahaan Tidak harus laki laki dan tidak harus anak laki laki pertama suatu hal yang langka di Jepang Pimpinan perusahaan harus memenuhi beberapa kriteria di antaranya sehat semangat cerdas dan sedia berkorban untuk perusahaan Para menantu dalam keluarga besar Kongo Gumi juga diwajibkan membawa nama keluarga Kongo walaupun tidak ada seorangpun anak laki laki dalam keluarganya Pada jaman Restorasi Meiji Kongo Gumi kehilangan subsidi dari pemerintah yang selama ini menjadi andalannya Maka sejak saat itu Kongo Gumi pun menambah portofolio produknya menjadi kontraktor bangunan komersial Walau demikian pendapatan dari konstruksi dan restorasi kuil serta istana tetap memberikan kontribusi 80 persen dari total pendapatan Kongo Gumi pada tahun 2004 sebesar US 67 6 juta Sayangnya akibat ekspansi agresif di bidang real estate yang membutuhkan pinjaman dana Kongo Gumi terlibat hutang hingga sebesar US 343 juta Apalagi dengan perubahan sosial di Jepang permintaan akan pembangunan dan perbaikan kuil menurun drastis Tahun 2006 Masakazu Kongo pimpinan Kongo Gumi generasi ke 40 menerima kebangkrutannya Selanjutnya Kongo Gumi diakuisisi oleh kelompok bisnis kontraktor Takamatsu Contruction Group yang baru berdiri tahun 1917 Setelah 1428 tahun Kongo Gumi pun berakhir Penguasaaan akan bahan baku proses produksi serta jejaring dengan konsumen pengguna membuat perusahaan produsen alat musik dengan merek Zildjian yaitu Zildjian Cymbal Co di Amerika Serikat terus bertahan Perusahaan ini aslinya dikonsepsikan tahun 1623 di Konstantinopel atau sekarang lebih dikenal dengan nama Istanbul Turki Seorang alkemis Avedis I menemukan campuran logam bahan simbal yang awet dan memberikan suara merdu Murad IV sultan penguasa Konstantinopel dari kerajaan Ottoman menamakan Avedis I Zildjian yang artinya pengrajin simbal Tahun 1906 keluarga Avedis bermigrasi ke Amerika Serikat dipimpin oleh Avedis Zildjian III dengan tujuan membangun kemitraan dengan para penggebuk drum terkemuka Hingga kini dengan mempertahankan kualitas simbal dan paduannya dengan perangkat drum Zildjian bertahan sebagai produsen simbal terbaik di dunia Kalau pelaku bisnis 1 ahli dalam bidangnya 2 cinta pada pekerjaannya 3 setia pada proses yang baik dan benar serta 4 beroperasi pada industri yang stabil dengan sedikit pemain maka banyak perusahaan akan berusia lebih dari 1400 tahun seperti Kongo Gumi Untuk perusahaan keluarga keempat hal di atas tertanam dan merupakan bagian tak terpisahkan dalam nilai nilai keluarga sehingga menjadi aset stratejik yang sangat sulit untuk ditiru atau diakuisisi Kepercayaan trust di antara

    Original URL path: http://swa.co.id/column/menjaga-kelangsungan-bisnis-keluarga (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Mengelola Aset Paling Berharga - Majalah SWA Online
    5 juta Anda tetap akan memilih smartphone merek A walaupun harganya dua kali lipat merek B Hal ini disebabkan kekuatan merek yang dimiliki oleh produk dengan merek A Merek yang kuat dapat membangun bisnis karena ia mampu menghasilkan emosi pelanggan yang kuat Ada banyak alasan lain untuk menilai merek baik secara teknis untuk kepentingan merger dan akuisisi transfer pricing perizinan maupun pengaturan tarif royalti secara strategis misalnya menentukan brand architecture rebranding brand migration atau secara operasional misalnya pengaturan anggaran brand tracking pelaporan manajemen Menilai sebuah merek harus dilakukan dengan metode yang benar agar hasil penilaian akurat sehingga tidak hanya sekadar digunakan sebagai bahan publikasi penilaian peringkat tetapi juga untuk melakukan transaksi bisnis yang riil seperti merger dan akuisisi perhitungan nilai pajak bahkan menjadi bukti dalam persidangan ketika terjadi sengketa pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual pemilik merek Itu sebabnya Brand Finance yang telah memiliki perwakilan di 20 negara termasuk Indonesia menggunakan metode pengukuran nilai merek sesuai dengan ISO 10668 yang telah menjadi standar yang diakui dunia Tujuannya menciptakan standar yang sama untuk diterapkan di seluruh dunia menciptakan metodologi yang transparan dan dapat diterima oleh akuntan auditor pajak private equity ataupun investor serta memastikan bahwa semua analisis penting harus dimasukkan dalam penilaian merek yaitu aspek hukum legal aspect aspek perilaku behaviour analysis dan analisis keuangan financial aspect Aspek hukum sangat penting dalam pengukuran nilai merek karena membuktikan bahwa nilai merek itu dimiliki secara sah oleh pemilik merek sehingga menjadi aset yang dimiliki bukan justru aset yang bisa digugat oleh pihak lain Aspek perilaku bertujuan untuk mengukur kekuatan merek yang berpengaruh dalam penentuan royalty rate yang bisa diterapkan Kekuatan merek yang mendekati 100 akan menghasilkan penentuan royalty rate yang optimum dan sebaliknya merek yang lemah di bawah 50 mengakibatkan royalty rate lebih rendah Analisis keuangan akan memperlihatkan dampak kekuatan merek secara riil terhadap bisnis setiap perusahaan karena tidak hanya sekadar menghitung brand awareness tetapi dapat dikonversi ke dalam sebuah nilai merek yang akurat Brand Finance sebagai konsultan valuasi strategis menganalisis secara reguler setiap tahun terhadap lebih dari 50 ribu perusahaan terbuka di lebih dari 100 pasar modal di seluruh dunia selain merilis The Brand Finance Global 500 juga merilis peringkat Indonesia s Top 100 Most Valuable Brands dengan tujuan untuk membantu perusahaan di Indonesia bersaing di pasar global Sangat disayangkan hingga tahun 2015 belum ada satu pun perusahaan di Indonesia yang masuk ke dalam peringkat 500 dunia karena nilai merek terkecil yang masuk ke dalam peringkat dunia memiliki nilai minimum US 3 1 miliar sementara nilai merek perusahaan tertinggi di Indonesia baru mencapai US 2 2 miliar Hal ini tidak setara dengan peringkat Nation Brand yang dirilis oleh Brand Finance yang mana Nation Brand Indonesia berada di peringkat 28 dunia Tidak setara pula dengan kekuatan ekonomi Indonesia yang sudah berada di posisi 16 besar dunia dalam negara negara G 20 Dengan peringkat Indonesia s Top 100 Most Valuable Brands tahun 2015 yang akan segera dirilis oleh Brand Finance diharapkan akan membantu perusahaan di Indonesia untuk dapat menerapkan strategi merek yang lebih efektif dalam meningkatkan

    Original URL path: http://swa.co.id/column/mengelola-aset-paling-berharga (2016-01-01)
    Open archived version from archive



  •