archive-id.com » ID » S » SWA.CO.ID

Total: 1283

Choose link from "Titles, links and description words view":

Or switch to "Titles and links view".
  • Manfaat Emosi Negatif - Majalah SWA Online
    sebagai tempat asyik untuk bekerja seperti Kaskus Nutrifood Ogilvy Mathers dan Google Indonesia Perusahaan perusahaan ini seperti berlomba lomba menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan untuk menarik perhatian orang muda calon karyawan dan mempertahankan karyawan yang ada Selain itu diyakini ada korelasi positif antara tempat kerja yang menyenangkan dengan kreativitas dan produktivitas karyawan Hasil penelitian memang menunjukkan bahwa kebahagiaan memiliki korelasi positif terhadap produktivitas Karena itu tepat jika perusahaan mengupayakan suasana kerja yang menyenangkan membuat karyawan nyaman gembira dan memiliki emosi terhadap pekerjaannya Namun pertanyaannya apakah hanya emosi postif saja yang diperlukan karyawan dalam perkerjaan Para ahli pada umumnya memang mendikotomikan emosi menjadi dua kelompok besar Marah jijik sedih takut dan hina dikategorikan sebagai emosi negatif sebaliknya bahagia dikategorikan sebagai emosi positif Jika dicermati pendikotomian sederhana ini sebetulnya menganak tirikan emosi yang dianggap negatif ini dan seolah olah mendewakan emosi yang dipadang positif Dalam dunia kerja umumnya perusahaan dan karyawan memang mengupayakan hal hal yang positif dan berusaha meminimalisir yang negatif Misalnya karyawan didorong agar tidak takut mengambil tanggungjawab atau tantangan pekerjaan yang baru Jika mau ditelaah lebih dalam emosi yang dianggap negatif pun sebetulnya penting untuk meningkatkan produktivitas karyawan Sebagai contoh stress yang mana stress merupakan situasi yang muncul akibat peran dari berbagai macam emosi yang umumnya dikategorikan negatif seperti takut tekanan cemas dan sedih Pada kadar tertentu stress akan memicu emosi marah dalam bentuk agresif atau semangat yang membara Banyak orang berpikir bahwa stres berefek negatif terhadap pekerjaan namun sesungguhnya tidak demikian Contohnya sumber stress yang umum ditemui di tempat kerja adalah deadline Seorang justru akan menjadi sangat produktif dan fokus menyelesaikan pekerjaannya jika sudah mendekati deadline Jika deadline nya masih lama orang cenderung menunda pekerjaannya dan bahkan ada ungkapan ide kreatif baru keluar ketika sudah deadline Jadi emosi negatif juga dibutuhkan dalam pekerjaan hanya saja dengan proporsi yang tepat Contoh lain ejek ejekan atau bullying di tempat kerja dapat menjadi hiburan yang menggembirakan Namun jika itu dilakukan terlalu sering ejek ejekan dapat melukai perasaan si korban mengganggu relasi kerja menyebabkan korban demotivasi tidak betah dan keluar dari tempat kerjaan Bahkan dampak terekstrem dari bullying adalah memicu melakukan tindakan destruktif di tempat kerja Seperti yang diungkapkan dalam film Inside O ut setiap emosi memiliki perannya masing masing Baik emosi yang dianggap positif maupun negatif sebetulnya dapat memberikan dampak positif maupun negatif Semuanya tergantung pada situasi dan intensitasnya Kemampuan seorang karyawan untuk menyadari mengendalikan serta mengatur emosinya sesuai dengan situasi dan kondisi inilah yang sebetulnya dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja dan relasi di tempat kerja Selain itu kemampuan mengatur emosi juga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan mental Sudahkan Anda berdamai dengan emosi Anda dan belajar untuk mengendalikannya Oleh Eka Isabella M M Pengajar di Jasa Pengembangan Eksekutif PPM Manajemen RELATED POST Departemen SDM vs Manajer Unit Kerja Kok Saya Punya Karyawan Bandel Ya Menjadi Tuan bagi Diri Sendiri Inovasi Pemasaran Ala Furious 7 Pembentukan dan Pengembangan Pengetahuan dalam Bisnis Keluarga Peluang Pemerataan Kesejahteraan Melalui Tradisi Mudik Tweet SDM Manajemen PPM Inside Out Eka Isabella Column No Comments Print

    Original URL path: http://swa.co.id/column/manfaat-emosi-negatif (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Pembentukan dan Pengembangan Pengetahuan dalam Bisnis Keluarga - Majalah SWA Online
    menjadi pebisnis besar apalagi unggul Tanpa keunikan konsumen sulit mengenalinya di antara belantara produsen produk yang sama Bahkan konsumen bisa beralih ke produk subtitusinya Misalnya daripada mengkonsumsi jamu konsumen lebih memilih obat bebas atau obat tradisional berbahan herbal fitofarmaka Pengetahuan dasar ini sangat besar muatan pengetahuan eksplisitnya sehingga pada saat suksesi relatif mudah mewariskannya pada para penerus Pengetahuan lanjut advanced knowledge adalah pengetahuan yang membuat suatu bisnis berbeda dengan pesaing pesaingnya dan bisnisnya bisa berkelanjutan sustainable Kembali pada contoh jamu pengetahuan lanjut dapat berupa pengetahuan atas bahan proses produksi pengemasan dan penyajian yang membuatnya berbeda Sesuai studi yang dilakukan terhadap konsumen jamu di pulau Jawa tahun 2013 diketahui bahwa produk jamu yang dipilih konsumen adalah jamu produksi perusahaan besar modern dengan kandungan herbal murah dan berkhasiat Kalau produknya makanan biasanya keunikan strategis yang dihasilkan oleh pengetahuan lanjut adalah rasa Sama sama mie ayam namun kuahnya lebih sedap baksonya lebih gurih dan aromanya menerbitkan air liur Akibatnya konsumen jadi kangen pada produk tersebut dan lebih memilihnya dibandingkan produk dari produsen lain Hal yang perlu diperhatikan pada pengetahuan lanjut muatan pengetahuan terbatinkan semakin besar dibandingkan pengetahuan dasar Diperlukan semangat kecintaan atau passion serta waktu belajar yang panjang untuk membangun pengetahuan terbatinkan dalam bisnis Dalam situsnya dikisahkan bagaimana keluarga Sosrodjojo dari PT Sinar Sosro terus berupaya memperluas pemasaran produk tehnya dengan berbagai cara menyeduh dan mengemas sampai akhirnya tiga dekade sejak mengawali bisnisnya tahun 1970 keluarga Sosrodjojo berhasil menelurkan produk teh dalam kemasan botol Tidak heran bila salah satu tag line Sosro tahun 1997 adalah Ahlinya Teh Dapat dibayangkan kesulitan untuk mewariskan pengetahuan terbatinkan yang dibangun melalui proses yang panjang kepada generasi penerus bisnis keluarga Di banyak perusahaan keluarga di Indonesia khususnya di Jawa pengetahuan terbatinkan lebih mudah diteruskan bila keluarga memiliki kebiasaan berdiskusi mengenai bisnis dalam suasana informal dan memperkenalkan generasi penerus sedini mungkin mengenai bidang bisnis keluarga Pengetahuan lanjut kalau tidak terus disempurnakan lambat laun dapat ditiru atau dimiliki oleh perusahaan lain misalnya melalui proses akuisisi produk atau perusahaan Bila sudah banyak perusahaan dalam satu industri memiliki pengetahuan lanjut yang mirip maka pengetahuan tersebut merosot menjadi hanya pengetahuan dasar Hal yang bisa mengakselerasi pembentukan pengetahuan lanjut sudah disebutkan sebelumnya semangat kecintaan dan kerja keras Dalam perusahaan pada umumnya dikenal sebagai budaya organisasi Khusus pada perusahaan keluarga percepatan pembentukan pengetahuan lanjut dapat dilakukan dengan memanfaatkan nilai nilai keluarga hubungan akrab dan tentunya kepercayaan trust antar anggota keluarga Bila untuk membangun pengetahuan lanjut diperlukan waktu serta upaya yang panjang apalagi untuk membangun pengetahuan inovatif innovative knowledge yaitu pengetahuan yang membuat pelaku bisnis pemiliknya bisa memimpin pasar Muatan pengetahuan terbatinkan mendominasi pengetahuan inovatif Selain itu pengetahuan inovatif juga bisa merupakan kombinasi antara pengetahuan pengetahun lain yang terintegrasi menjadi pengetahuan baru Kembali pada contoh produsen teh dalam botol pada tingkat pengetahuan inovatif produsen tidak lagi hanya menguasai pengetahuan inti untuk memproduksi barang atau jasanya melainkan pengetahuan pengetahuan lain yang membuat produknya hadir untuk pelanggan dengan lebih efektif dan efisien Misalnya sistem distribusi pengelolaan kegiatan pemasaran pengelolaan sumberdaya manusia pengelolaan kegiatan riset dan inovasi dan sebagainya

    Original URL path: http://swa.co.id/column/pembentukan-dan-pengembangan-pengetahuan-dalam-bisnis-keluarga (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Affordable Value Innovations for Emerging Market - Majalah SWA Online
    bahwa emerging market berbeda dengan pasar negara maju Karakteristik yang paling membedakan adalah konsumen emerging market highly price sensitive Persaingan antar produk atau jasa bermerek dan tidak bermerek bukan hal baru lagi Kecepatan dalam berinovasi menjadi bagian keunggulan bersaing yang patut diperjuangkan Moore G A dalam ulasan bukunya yang terkenal Dealing with Darwin menyebutkan inovasi produk merupakan tipe inovasi yang cepat meluncurkan produk ke pasar Inovasi ini berfokus pada upaya pembedaan melalui feature dan fungsi yang tidak dimiliki produk sejenis di pasar Cepat murah dan mudah Kadang waktu lebih lama dibutuhkan kalau produk akan dipatenkan Tipe inovasi ini yang banyak dilakukan pelaku industri di emerging market Namun tentunya bukan kecepatan yang menjadi tujuan utama seperti yang diungkapkan berikut ini oleh Smith P G Reinertsen D G yang banyak melakukan penelitian dalam pengembangan produk Speed is not the objective it is a means to an end the objective is making money Oleh karenanya mudah dimengerti jikalau pergerakan perekonomian di emerging market sangat tinggi Beberapa studi di emerging market yang dilakukan oleh PDMA Product Development Management Association memberikan informasi penting Pertama customer preference yang sebagian besar dari low income segment sangat berbeda dengan high end segments yang kebutuhannya sudah dipenuhi oleh perusahan perusahaan multinasional Kedua produk yang bisa memenuhi kebutuhan emerging market adalah yang good enough simple low cost reliable yang cocok untuk low income segment namun tetap memberikan keuntungan bagi perusahaan Inovasi produk yang cepat murah dan mudah Ketiga kebutuhan low income segment ini sudah dipenuhi oleh perusahaan lokal emerging market Terakhir model ekspor tradisional untuk produk premium tidak bisa diterapkan pada pasar yang price sensitive Namun bukan berarti emerging market tidak mementingkan nilai produk yang terkandung di dalamnya Preferensi emerging market adalah produk yang harganya terjangkau memberikan nilai dan sesuai dengan kebutuhan mereka yang spesifik yang disebut affordable value innovation Untuk bisa menghasilkan pendapatan dari emerging market perusahaan perlu mulai memahami konsep ini dan mulai menyusun strategi agar bisa memenuhi kebutuhan emerging market yang menjadi penggerak perekonomian dunia saat ini Oleh Pepey Riawati Kurnia Koordinator PDMA Indonesia PPM Manajemen RELATED POST The Innovation Diamond 4 Pilar untuk Mencapai Keberhasilan Inovasi 4 The Innovation Diamond 4 Pilar Untuk Mencapai Keberhasilan Inovasi 3 Inovasi Pemasaran Ala Furious 7 Dialektika Kualitas Layanan Perusahaan Jasa Diversitas Kolaborasi The Innovation Diamond 4 Pilar untuk Mencapai Keberhasilan Inovasi 1 Tweet Bisnis SWA Manajemen Inovasi Majalah emerging market swaonline PPM Dr Pepey Riawati Kurnia Affordable Value Innovations Column No Comments Print this News Waspadai IHSG Berpotensi Balik Arah ke Zona Merah Previous News Next News Bisnis Perangkat Gaming Sang Gamer Related News Publikasi CEO Mewakili Perusahaan CEO bukanlah selebriti atau politikus yang membutuhkan publikasi besar besaran Mereka pun tidak memerlukan dukungan publik Read More Tweet Diversifikasi Merek Ya atau Tidak Menyoal Inovasi dan Kolaborasi Strategi Brand Extention Quick Win Strategy bagi BPJS Kesehatan Menjaga Kelangsungan Bisnis Keluarga Mengelola Aset Paling Berharga Manfaat Emosi Negatif Pembentukan dan Pengembangan Pengetahuan dalam Bisnis Keluarga Leave a Reply Cancel Reply Your email address will not be published Required fields are marked

    Original URL path: http://swa.co.id/column/affordable-value-innovations-for-emerging-market (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Peluang Pemerataan Kesejahteraan Melalui Tradisi Mudik - Majalah SWA Online
    uang akan semakin tinggi Di situlah potensi peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal tercipta Sepanjang aktivitas mudik di dua tahun terakhir hampir 60 peredaran uang yang tadinya berada di pusat ibu kota Jakarta berpindah ke sejumlah daerah di kawasan Jawa dan Sumatera Jika produsen lokal mampu menjawab permintaan tersebut niscaya peningkatan omzet akan berujung pada kenaikan keuntungan bersih dalam jangka pendek Kedua acara silaturahmi antara pemudik dengan sanak keluarga selalu dihiasi dengan obrolan hangat tentang berbagai sendi kehidupan Tak jarang momen itulah yang dinilai efektif bagi upaya membangun paradigma dan semangat baru sehingga cara pandang orang kota perlahan mewarnai pola pikir masyarakat lokal Fase inilah yang merupakan pemicu kemajuan daerah Meski sangat ideal namun ada hal yang perlu disikapi secara bijak Seringkali pola tukar ide tersebut berujung pada simpulan bahwa hidup di kota besar jauh lebih menjanjikan daripada tinggal di daerah Akibatnya adalah pasca Lebaran arus balik diwarnai dengan bertambahnya penduduk urbanisasi di kota kota besar Mencermati kondisi tersebut kiranya momen silaturahmi tahun ini dapat dilandaskan pada semangat yang berbeda yakni membangun daerah asal Ritual mudik jangan lagi digunakan sebagai ajang merekrut sanak keluarga untuk ikut pindah ke kota kota besar tanpa adanya pekerjaan tetap yang menjanjikan Spirit yang dibutuhkan kini adalah bagaimana virus perjuangan hidup di kota besar atau inovasi untuk berbisnis mampu ditularkan kepada masyarakat lokal Pemahaman bahwa kesuksesan tidak memandang lokasi perlu ditumbuh kembangkan secara efektif Masyarakat daerah perlu diberi pengertian bahwa kesuksesan hidup secara ekonomi tidak hanya ditemukan di kota kota besar melainkan dapat juga dibangun di daerah setempat Upaya yang dapat dilakukan untuk mempertajam semangat itu adalah dengan meningkatkan sinergi antara para perantau dengan sanak keluarga di daerah asal Pertama dalam hal ide bisnis Berbekal kekuatan inovasi bertahan hidup di kota besar para perantau dapat mengajarkan konsep mengidentifikasi peluang peningkatan ekonomi kepada masyarakat local baik di tataran konsep maupun teknis Kedua dengan memanfaatkan saluran atau channel yang dimiliki para perantau dapat membantu masyarakat di bidang produksi maupun pemasaran Dengan demikian hubungan antara keduanya terus terjalin pasca Lebaran sehingga aktivitas mudik tahun berikutnya dapat digunakan sebagai momen refleksi keberhasilan kehidupan ekonomi mereka sepanjang satu tahun Melalui cara pandang tersebut bukanlah hal yang mustahil untuk terus mempererat tali silaturahmi dengan menjadikan aktivitas mudik secara lebih bermakna dan mensejahterakan Selamat berefleksi sukses senantiasa menyertai Anda Oleh Aries Heru Prasetyo Ketua Program Sarjana PPM School of Management RELATED POST Upah Naik Bos Kapal Api Pilih Mesin Robot Gantikan Buruh 10 Merek Pengiklan Terbesar di TV Dialektika Kualitas Layanan Perusahaan Jasa Inovasi Pemasaran Ala Furious 7 Ini Gerai Ritel Pertama Angkasa Pura di Luar Bandara Cara Jitu Memenangkan Hati Konsumen di Era MEA Tweet Manajemen PPM Aries Heru Prasetyo AHP Analytic Column Comments Off on Peluang Pemerataan Kesejahteraan Melalui Tradisi Mudik Print this News Binus Ekspansi ke Bekasi dan Bandung Previous News Next News Ford Siap Hadirkan Tiga Model Baru di GIIAS dan IIMS 2015 Related News Publikasi CEO Mewakili Perusahaan CEO bukanlah selebriti atau politikus yang membutuhkan publikasi besar besaran Mereka pun tidak memerlukan dukungan publik Read More Tweet Diversifikasi Merek

    Original URL path: http://swa.co.id/column/peluang-pemerataan-kesejahteraan-melalui-tradisi-mudik (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Inovasi Pemasaran Ala ‘Furious 7’ - Majalah SWA Online
    puncak Hingga kini belum ada laporan tentang kejadian negatif seperti peningkatan jumlah kendaraan yang kebut kebutan pasca larisnya film tersebut Ini berarti konsumen betul betul menyukai film karena nikmat ditonton dan bukan untuk meneladan sisi negatif dari kisah yang diangkat Mengangkat tema kemanusiaan pada produk di era ini sangat tepat Selain karena konsumen telah terdidik dengan baik untuk memberikan penghormatan dan penghargaan tinggi pada nilai nilai humanis serta kehidupan kepekaan pasar akan keberlangsungan bumi alam dan lingkungan tengah menjadi fokus utama publik Masih lekat dalam ingatan film Avatar yang juga mendulang kesuksesan yang sama Imaginasi penonton seakan akan disuguhkan untuk melihat alam dengan kaca mata yang berbeda Kedua dari sisi alur cerita Meski tema besar yang dibangun sama seperti film film domestik menegangkan namun jika dicermati secara seksama ternyata alurnya tak selalu dapat ditebak Penonton seolah olah hanyut dalam roller coaster kisah yang dibangun Inilah yang dalam pemasaran dikenal sebagai ukuran keterlibatan konsumen saat menikmati produk Akhir kisah yang menyenangkan tak selalu menjadi target di setiap sekuel Pada beberapa episode bahkan akhir cerita merupakan babak baru bagi sekuel berikutnya Ketika konsumen telah berhasil dibuat hanyut dalam proses konsumsi produk maka tantangan bagi produsen saat ini adalah untuk menyiapkan kisah selanjutnya Selain dari sisi isi produk baca kisah dan pesan yang diangkat spirit inovasi terlihat jelas pada strategi komunikasi yang digunakan Dengan mengusung tema efektivitas komunikasi tak lagi menggunakan sarana sarana konvensional melainkan memasukkan unsur promosi dalam kisah yang sedang dilakonkan Bila ditelaah secara cermat menit menit terakhir dari film merupakan komunikasi yang dibangun bagi sekuel berikutnya Di situlah penonton diajak untuk tidak hanya menantikan kisah berikutnya melainkan juga menunggu sang pemeran ataupun tokoh yang akan muncul Meski sepintas pola ini juga diterapkan pada film film secara umum namun Furious selalu menggunakan kata atau mimik sang tokoh yang mudah diingat oleh banyak orang Gaya atau style inilah yang sebenarnya dapat dijadikan ciri khas dari sebuah film Ketika ide positif itu terbeli konsumen maka sangat dimungkinkan pengaruhnya ada pada life style segmen tertentu Inilah yang sebenarnya dapat dipandang sebagai output dari hasil inovasi Dengan demikian semakin lama umur life style maka makin kuatlah fondasi kesuksesan bagi episode episode berikutnya Selamat berefleksi sukses menyertai Anda Aries Heru Prasetyo Ketua Program Sarjana PPM School of Management RELATED POST Dialektika Kualitas Layanan Perusahaan Jasa Affordable Value Innovations for Emerging Market Cara Jitu Memenangkan Hati Konsumen di Era MEA The Innovation Diamond 4 Pilar untuk Mencapai Keberhasilan Inovasi 4 Peluang Pemerataan Kesejahteraan Melalui Tradisi Mudik Kesetaraan Harga Kualitas Layanan Kesehatan Tweet Bisnis SWA Film Manajemen Inovasi swaonline PPM Aries Heru Prasetyo Furious 7 Column No Comments Print this News Dimension Data Rampungkan Transisi Data Center Jiwasraya Previous News Next News Memimpin di Negeri Orang Related News Publikasi CEO Mewakili Perusahaan CEO bukanlah selebriti atau politikus yang membutuhkan publikasi besar besaran Mereka pun tidak memerlukan dukungan publik Read More Tweet Diversifikasi Merek Ya atau Tidak Menyoal Inovasi dan Kolaborasi Strategi Brand Extention Quick Win Strategy bagi BPJS Kesehatan Menjaga Kelangsungan Bisnis Keluarga Mengelola Aset Paling Berharga Manfaat

    Original URL path: http://swa.co.id/column/inovasi-pemasaran-ala-furious-7 (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Cara Jitu Memenangkan Hati Konsumen di Era MEA - Majalah SWA Online
    Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengakomodir cita rasa nusantara ke dalam produk Sebagai contoh mengangkat tema kain tenun ke dalam produk produk fashion atau mengeksplorasi corak seni ukiran lokal ke dalam produk produk furniture Selain indah dipandang unsur budaya lokal yang terdapat dalam produk diyakini mampu membangun rasa memiliki dalam jiwa konsumen Kedua meningkatkan efektivitas komunikasi dengan konsumen Saya teringat satu konsep dalam komunikasi pemasaran yang mengatakan bahwa efektivitas akan lebih mudah dibangun jika dalam detik demi detik konsumen merasa ditemani oleh produk Studi menunjukkan bahwa proses tersebut perlahan namun pasti akan menciptakan rasa percaya kepada produk Hasil akhirnya pun jelas yakni keputusan untuk mengkonsumsi Untuk dapat menggapai efektivitas yang tinggi pemilihan media komunikasi memegang peran yang sangat penting Coba perhatikan bagaimana film animasi anak anak kini telah mulai dipenuhi oleh pesan pesan sponsor Beberapa waktu lalu saya mencermati salah satu tayangan film favorit anak anak berlabel Upin Ipin Secara umum pesan moral yang diusung sangat baik Selain mengangkat tema nilai nilai budaya timur kemiripan sebagai rumpun melayu telah membuat tayangan tersebut layak dijadikan media pembelajaran bagi anak anak Namun di antara berjuta kekaguman yang muncul satu hal yang sangat menarik adalah penggunaan produk produk merek lokal Malaysia dalam tayangan Kendaraan roda empat yang muncul dalam tayangan merujuk pada merek kebanggaan mereka Apalagi saat kisah yang diangkat adalah betapa nyamannya berkendara dengan kendaraan tersebut Inilah yang dimaknai oleh literatur manajemen pemasaran terkini sebagai proses komunikasi dini yang membangun sebuah pembelajaran Benar benar sebuah edukasi bagi konsumen masa depan yang sangat efektif Ketiga terkait efek personalisasi pemasaran Ide brillian yang diwujudkan dengan memberi perhatian lebih kepada event event pribadi penting sang konsumen seperti tanggal ulang tahun atau anniversary pernikahan kini sudah dipandang sebagai hal yang biasa Itu berarti pemain wajib menghembuskan nafas inovasi dalam konteks personalisasi Satu pemahaman dasar yang hendaknya diamini adalah prinsip bahwa pemasaran tidak mengandung unsur paksaan Jadi kita dapat memulai hubungan jangka panjang lewat sebuah jalinan pertemanan Intensitas komunikasi serta kedekatan melalui kegiatan kegiatan baik yang berbentuk online ataupun offline akan menentukan intimasi yang terbangun Menanti keterlibatan konsumen dalam event event perusahaan bukanlah hal yang mudah namun di situlah tantangan yang sebenarnya Saat kita berhasil maka di situlah kemenangan sejati dalam menaklukkan hati konsumen tercipta Selamat berefleksi sukses senantiasa menyertai Anda Oleh Aries Heru Prasetyo Ketua Program Sarjana PPM School of Management RELATED POST Dialektika Kualitas Layanan Perusahaan Jasa Inovasi Pemasaran Ala Furious 7 Kesetaraan Harga Kualitas Layanan Kesehatan Menepis Paranoid MEA 2015 Pupuk Bio Organik Bisa Tingkatkan Produktivitas Sawit Affordable Value Innovations for Emerging Market Tweet Bisnis SWA Pelanggan Business School swaonline MEA PPM Aries Heru Prasetyo Column No Comments Print this News Kamadjaja Logistics Resmikan K Log Park Cibitung Previous News Next News Mari Mengenal Jenis KPR Related News Publikasi CEO Mewakili Perusahaan CEO bukanlah selebriti atau politikus yang membutuhkan publikasi besar besaran Mereka pun tidak memerlukan dukungan publik Read More Tweet Diversifikasi Merek Ya atau Tidak Menyoal Inovasi dan Kolaborasi Strategi Brand Extention Quick Win Strategy bagi BPJS Kesehatan Menjaga Kelangsungan Bisnis Keluarga

    Original URL path: http://swa.co.id/column/cara-jitu-memenangkan-hati-konsumen-di-era-mea (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Dialektika Kualitas Layanan Perusahaan Jasa - Majalah SWA Online
    metodologis akan bermanfaat bagi kehidupan siswa di masa depan sehingga mau tak mau semangat yang dibangun adalah mendidik Mulai dari membenahi hal hal yang masih kurang tepat hingga menanamkan cara pandang mana yang baik dan buruk Meski dialektikanya masih dipergunjingkan pada kedua jenis bidang jasa tersebut namun definisi dasar kualitas layanan mutlak harus tetap dibangun Ada beberapa cara yang bisa dilakukan Langkah dasarnya ada pada tataran definisi kualitas layanan yang dimaksud Dalam kedua bidang jasa ini kualitas layanan pada dasarnya merupakan hal yang disepakati baik dari sisi penyedia maupun konsumen sesaat sebelum transaksi terjadi Realitas di lapangan menunjukkan bahwa dewasa ini ada begitu banyak persepsi yang salah akibat buruknya komunikasi antara kedua belah pihak Di satu sisi keluarga pasien memandang bahwa rumah sakit adalah tempat di mana mereka dapat melepaskan tanggung jawab dalam merawat si sakit Padahal di sisi lain rumah sakit bertanggung jawab pula terhadap kondisi pasien pasca perawatan Demikian pula halnya jika kita berbicara pada konteks jasa pendidikan Konsumen dapat berpikir bahwa sekolah adalah tempat bagi mereka untuk meraih ilmu yang diperlukan dalam menjalani hidup Namun di sisi lain para pendidik percaya bahwa terdapat suatu metodologi dalam memberikan pengajaran Alhasil saat pendidik meyakini suatu hukuman sebagai bentuk pengajaran maka hal tersebut akan berbenturan dengan kebutuhan spesifik dari para siswa Di situlah sebenarnya ketidakpuasan mulai muncul Bila tidak segera ditangani niscaya kesenjangan cara pandang tersebut akan semakin lebar Untuk dapat membangun pola komunikasi yang efektif faktor bahasa kini menjadi hal yang vital terlebih menjelang penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN Inilah tantangan dunia pendidikan maupun jasa kesehatan di Indonesia yang sesungguhnya Mau tak mau mereka harus mengubah cara pandangnya untuk tidak lagi hanya melihat konsumen lokal melainkan juga calon konsumen dari mancanegara Media informasi harus dikemas sedemikian rupa agar setiap informasi yang disajikan tidak mengundang interpretasi yang berbeda Karenanya penting bagi para penyedia jasa untuk mengenal calon konsumen yang akan dilayani secara lebih baik Sebab di situlah kekuatan yang mampu memperkecil kesenjangan antara kualitas yang dipersepsikan dengan apa yang dirasakan Saya teringat akan kisah konsumen yang menggerutu pasca kelahiran putera pertamanya di sebuah rumah sakit swasta di bilangan Jakarta Pusat Keluhan ada pada tenaga keperawatan yang dinilainya kurang ramah Namun di sisi lain apresiasi dari konsumen muncul atas upaya tenaga kesehatan dalam proses kelahiran sang putera Sisi positif inilah yang menjawab tuntas permasalahan sehingga pada kehamilan kehamilan berikutnya pasangan tersebut tetap melahirkan di rumah sakit yang sama Konsumen dengan mudah berekonsiliasi dengan cara pandangnya atas kualitas layanan yang dimaksud Di sinilah dialektika itu berujung Oleh Aries Heru Prasetyo Ketua Program Sarjana PPM School of Management RELATED POST Cara Jitu Memenangkan Hati Konsumen di Era MEA Inovasi Pemasaran Ala Furious 7 Kepuasan Pelanggan Masihkah Diperhatikan Affordable Value Innovations for Emerging Market Peluang Pemerataan Kesejahteraan Melalui Tradisi Mudik Memimpin dengan Bertanya Tweet Bisnis SWA Pemasaran Manajemen Pelanggan kepuasan pelayanan swaonline PPM Aries Heru Prasetyo Kualitas Layanan Perusahaan Jasa Column No Comments Print this News BCA dan AS Louken Hadirkan Franchise Expo 2015 Previous News Next News Investor Kini Bisa Tarik Dana RDN Lewat

    Original URL path: http://swa.co.id/column/dialektika-kualitas-layanan-perusahaan-jasa (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Menepis Paranoid MEA 2015 - Majalah SWA Online
    besar belum tentu menjadi pasar yang menarik bila pelaku usaha yang berniat masuk ke dalam pasar tersebut tidak dibekali dengan berbagai informasi dan pengetahuan atas karakteristik pasar tuntutan dari pasar ataupun proposisi nilai yang sebenarnya diharapkan oleh pasar Atas refleksi tersebut mungkin dapat kita pertanyakan kepada para pelaku usaha yang berasal dari luar Indonesia apakah Anda cukup mengenal pasar Indonesia Apakah Anda sangat memahami apa yang sebenarnya diharapkan oleh pasar Indonesia tersebut Apakah mereka para pelaku usaha dari luar Indonesia dan kawasan ASEAN cukup memiliki berbagai informasi tersebut sebagai bekalnya meramaikan pasar Ya sangat mungkin mereka memiliki akses terhadap berbagai informasi tersebut dalam bentuk hasil survei riset dan informasi pasar lainnya Tetapi tentunya berbagai informasi tersebut belumlah cukup untuk memenangkan pasar Masih banyak hal hal lain yang dibutuhkan Pengetahuan atas karakteristik pasar dalam aspek sosial budaya pengetahuan paripurna atas kearifan lokal Indonesia ataupun hal hal yang bersifat intuitif pun sangat diperlukan untuk bersaing di pasar Indonesia Bila memang demikian adanya siapa yang seharusnya merasa ketakutan atau paranoid Suatu contoh menarik telah ditunjukkan oleh produsen kendaraan roda empat asal Amerika Serikat di akhir bulan Februari 2015 yang lalu Pada 26 Februari 2015 seperti yang dilansir berbagai media cetak maupun daring online General Motors Company GM melalui Tim Zimmerman Presiden GM South East Asia menyatakan akan menutup pabriknya di Indonesia pada 1 Juli 2015 mendatang Skala ekonomis pabrik yang tidak tercapai serta tingginya biaya produksi telah menjadi alasan utama produksi General Motors di Indonesia harus dihentikan Lantas ada apa dengan skala ekonomis produksi pabrik General Motor Indonesia Jumlah produksi yang terbatas karena terbatas pula permintaan pasar pada akhirnya membawa perusahaan ke dalam kondisi inefisiensi Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla sendiri menilai bahwa Chevrolet merek kendaraan roda empat keluaran General Motors telah kalah dalam persaingan di industri otomotif nasional Kemudian ada apa dengan perusahaan otomotif sekaliber General Motors Sebagai anak kandung negara adidaya tidakkah dengan mudahnya mereka memiliki berbagai akses informasi tentang pasar Indonesia Sangat sulit kiranya untuk mendapatkan jawaban yang pasti atas pertanyaan tersebut Beberapa media pun menengarai sepanjang perjalanannya di Indonesia manajemenGeneral Motors GM Indonesia lebih banyak diawaki oleh profesional pilihan principal bukan berasal winning team lokal yang telah malang melintang di industri otomotif nasional Mereka bergerak dengan cepat sangat elegan dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi Namun mereka ternyata lebih memahami karakteristik pasar otomotif Indonesia melalui data data riset pemasaran tanpa dilengkapi dengan pengetahuan paripurna tentang kearifan lokal negeri ini Hasilnya Ya keputusan 26 Februari 2015 lalu untuk menghentikan produksi Chevrolet di Indonesia merupakan buah dari pilihan principal tadi Rasa percaya diri yang berlebihan untuk membumikan produk dengan cita rasa Amerika tanpa menghiraukan karakteristik pasar Indonesia dengan segala bentuk kearifan lokal nya telah mendorong GM Indonesia memutar haluannya kembali menjadi penjual saja Alasan yang lebih sahih atas penutupan pabrik GM Indonesia tersebut memang masih belum terungkap Terlepas dari kebenarannya paling tidak cerita di atas dapat menambah rasa percaya diri pelaku usaha domestik untuk menepis paranoid MEA 2015 Oleh Alphieza Syam Core Consultant PPM Manajemen PPM Consulting RELATED POST Cara

    Original URL path: http://swa.co.id/column/menepis-paranoid-mea-2015 (2016-01-01)
    Open archived version from archive



  •