archive-id.com » ID » S » SWA.CO.ID

Total: 1283

Choose link from "Titles, links and description words view":

Or switch to "Titles and links view".
  • BUMN Indonesia Masih Kalah dengan Malaysia dan Singapura - Majalah SWA Online
    miliar Dilihat dari indikator profit margin Khazanah berada di urutan pertama yakni sebesar 40 4 dari total pendapatan sedangkan Temasek 19 48 menyusul Indonesia hanya 15 58 ujar Toto Pranoto Managing Director LMUI Di kesempatan yang sama Toto juga menyampaikan bahwa hanya sedikit BUMN yang memiliKi daya saing tinggi yakni komunikasi Sedangkan sektor unggulan lain seperti perbankan properti dan transportasi udara yang dikelola BUMN masih kalah dengan Temasek Meski demikian Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Anwar Nasution mengatakan hal tersebut bukanlah alasan untuk berkecil hati karena pada sektor tersebut masih cukup bersaing dengan Khazanah Kesulitan dalam penhelolaan BUMN sehingga menyebabkan BUMN sehingga berdakpak pada daya saing diduga disebabkan oleh peraturan yang mengikat keputusan pengambilan keputusan bisnis yang sebenarnya dinamis Pengelolaan bisnis BUMN jauh lebih ketat dibandingkan dengan swasta karena bisnis swasta hanya diatur oleh UU Perseroan terbatas UU pasar Modal dan UU sektoral Sementara BUMN harus mengikuti beberapa peraturan lain yang mengikat seperti privatisasi BUMN PMN peleburan BUMN serta ketentuan kementrian teknis lainnya ujar Anwar Anwar dan Toto berpendapat BUMN harus segara menerapkan strategi baru guna mengembangkan BUMN Salah satu strategi yang dilakukan adalah kemungkinan ekspansi dengan go regional maupun pengoptimalan alternatif pendanaan melalui instrument pasar modal Studi BCG 2014 menunjukkan perusahaan di Malaysia dan Singapura adalah yang paling siap hadapi MEA sementara perusahaan Indonesia malah sebaliknya BUMN mengambil peran aktif sebagai kotor perekonomian bangsa dan berkiprah lebih kompetitif minimal jagoan di wilayah ASEAN jelas Toto EVA RELATED POST Tips Kelola Gaji Utang Boleh Tapi 10 Merek Pengiklan Terbesar di TV Jahja Setiaatmadja Jadi Best Marketeer 2015 Memprihatinkan 64 Warga Indonesia Tidak Taat Pajak Bioskop Dicabut dari Daftar Negatif Investasi Apa Dampaknya Pemasar Lokal Jempolan di LinkedIn Ini Dia Daftarnya Tweet BUMN swa 2016 LMUI Toto Pranoto Anwar Nasution Business Research No Comments Print this News Angkutan Umum Tak Memadai Ojek Online Banjir Dukungan Previous News Next News Hanya 3 Hari Harbolnas Sedot Rp 2 1 Triliun Related News Cukai Rokok untuk Tutupi Defisit JKN Porsi biaya kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan untuk melindungi 60 penduduk di tahun 2015 Read More Tweet Kado Akhir Tahun untuk Jokowi JK Riset Surganya Para Bujangan Kota Mana Saja Tahun Baru Turis Lokal Buru Bandung Bali Ini Plus Minus Mempekerjakan Gen Y Riset UI Meski Krisis Industri Rokok Tetap Joss Tahun 2016 Saham dan Komoditas Diprediksi Masih Lesu Riset Citi Anak Muda Ogah Galau Dengan Ekonominya Ini Alasan Mengapa Pertamina Paling Diburu Job Seekers Hanya 3 Hari Harbolnas Sedot Rp 2 1 Triliun Leave a Reply Cancel Reply Your email address will not be published Required fields are marked as Comment Name E Mail Website on o r Please enter an answer in digits thirteen four Terpopuler Ini Tarif Baru Go Jek Masih Mau Pesan Mantan CEO Perusahaan Busana Muslim Jadi Bos Baru PT Pos Libur Panjang Tapi Omzet Pedagang di Pasar Klewer Turun Go Jek Perkenalkan Layanan Baru Go Tix Arief Widhiyasa Tinggalkan Bangku Kuliah Demi Agate Rina Laurentie Dari Bankir Banting Setir ke Baby Spa Kontrak Karya Selesai

    Original URL path: http://swa.co.id/business-research/bumn-indonesia-masih-kalah-dengan-malaysia-dan-singapura (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Tips Kelola Gaji, Utang Boleh Tapi... - Majalah SWA Online
    bagi generasi muda yang lahir pada 1981 1994 Gen Y bisa mulai menabung sejak mulai bekerja Usahakan sebisa mungkin menekan konsumsi hanya 50 persen Sisanya harus mulai bisa cicil KPR kredit pemilikan rumah Sepuluh persen bisa ditabung atau investasi ujarnya Tempo RELATED POST Perluas Akses KPR Jamkrindo Gandeng Bank DKI Bioskop Dicabut dari Daftar Negatif Investasi Apa Dampaknya Jahja Setiaatmadja Jadi Best Marketeer 2015 5 Tren Konsumen Digital Ini Bisa Jadi Peluang Bisnis Ini 6 Alasan Pelaku Usaha Tolak Cukai Minuman Berpemanis Pemasar Lokal Jempolan di LinkedIn Ini Dia Daftarnya Tweet KPR perencanaan keuangan Tips kelola gaji utang konsumtif rina dewi lina Business Research No Comments Print this News Perkuat SDM Rantai Pasok Ini 2 Direksi Baru Unilever Previous News Next News Dua Sekawan dalam Tas Moduler Related News Cukai Rokok untuk Tutupi Defisit JKN Porsi biaya kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan untuk melindungi 60 penduduk di tahun 2015 Read More Tweet Kado Akhir Tahun untuk Jokowi JK Riset Surganya Para Bujangan Kota Mana Saja Tahun Baru Turis Lokal Buru Bandung Bali Ini Plus Minus Mempekerjakan Gen Y Riset UI Meski Krisis Industri Rokok Tetap Joss Tahun 2016 Saham dan Komoditas Diprediksi Masih Lesu Riset Citi Anak Muda Ogah Galau Dengan Ekonominya Ini Alasan Mengapa Pertamina Paling Diburu Job Seekers Hanya 3 Hari Harbolnas Sedot Rp 2 1 Triliun Leave a Reply Cancel Reply Your email address will not be published Required fields are marked as Comment Name E Mail Website s v our Please enter an answer in digits ten 9 Terpopuler Ini Tarif Baru Go Jek Masih Mau Pesan Mantan CEO Perusahaan Busana Muslim Jadi Bos Baru PT Pos Libur Panjang Tapi Omzet Pedagang di Pasar Klewer Turun Go Jek Perkenalkan Layanan Baru Go Tix Arief Widhiyasa Tinggalkan Bangku Kuliah Demi Agate Rina Laurentie Dari Bankir Banting

    Original URL path: http://swa.co.id/business-research/tips-kelola-gaji-utang-boleh-tapi (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • 5 Tren Konsumen Digital Ini Bisa Jadi Peluang Bisnis - Majalah SWA Online
    jaringan mobiile yang buruk telah menghambat usaha mereka dalam menikmati konten digital dan pencarian informasi Tren kedua meningkatnya jumlah pengguna teknologi dan layanan digital juga disertai perilaku konsumen yang menginginkan pengalaman digital yang lebih baik Untuk itu menurut Mohammed Sirajudeen Managing Director in Digital Accenture AsSEAN mengingatkan bagi para penyedia produk dan layanan digital diharapkan mampu bersaing dengan menghasilkan sesuatu yang unik dan berbeda agar mampu memenangkan hati konsumen Persaingan akan ketat karena para inevstor asing melihat Indonesia adalah pasar yang sangat pesat adopsi ponsel pintar dan konten digital ungkapnya Saat ini 93 responden di Indonesia masih sering tertanggu ketika menikmati layanan TV yang terintegrasi dengan internet broadband di rumahnya Tren ketiga menunjukkan kemauan konsumen dalam membagikan data pribadi mereka kepada pihak lain secara daring Faktor kepercayaan dalam hal ini menjadi sangat krusial dalam mengembangkan industri digital Survei Accenture menemukan bahwa 48 konsumen digital di Indonesia cukup waspada mengenai informasi atau data pribadi yang mereka bagi melalui daring Angka ini masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan konsumen global yang lebih rendah sebab mereka lebih enggan berbagi data pribadi melalui daring Temuan ini konsisten dengan fakta penggunaan media sosial yang sangat tinggi di Indonesia Tren keempat menggarisbawahi bahwa nama besar sebuah brand saja tidak akan cukup dalam memenangkan hati konsumen dengan karakter mereka yang semakin kritis dan kemampuan mereka dalam mendapatkan informasi secara real time dengan bantuan teknologi digital Di satu sisi semakin pesatnya pertumbuhan teknologi digital telah menciptakan ketidakpastian loyalitas yang bisa didapatkan oleh penyedia produk dan layanan digital Untuk itu dalam meraih peluang bisnis terbaik di Indonesia pemilik brand harus mampu memperbaiki layanan dan menciptakan produk digital yang unik bagi konsumen Hasil survei tersebut menunjukkan di Indonesia 73 responden bersedia membayar lebih tinggi untuk koneksi internet cepat yang lebih memudahkan hidup mereka dan 67 lebih memilih solusi terintegrasi dari satu penyedia layanan Temuan ini menunjukkan adanya kesempatan yang besar bagi perusahaan penyedia produk dan layanan digital untuk mengambil manfaat dari pasar yang sedang berkembang Tren kelima perkembangan dunia digital saat ini membuka kesempatan lebar bagi yang ingin berkembang di industri digital Perusahaan perlu meningkatkan kredibilitas kepercayaan dan kualitas pengalaman digital bagi konsumen untuk bisa bersaing di ranah kompetisi digital EVA RELATED POST Pelindo III Kelola Konsesi Terminal Teluk Lamong Selama 72 Tahun Jahja Setiaatmadja Jadi Best Marketeer 2015 Memprihatinkan 64 Warga Indonesia Tidak Taat Pajak Kini Belanja Sembako Bisa di SPBU Pertamina Strategi Canon Lirik Segmentasi Pasar Baru Accor Hotels Genapkan Jaringan ke 100 di Indonesia Tweet Accenture swa 2015 tren konsumen digital Business Research No Comments Print this News Tiga Tokoh Nasional Gabung di Lippo Group Previous News Next News Wow Satu Pohon Gaharu Dihargai Rp 50 juta Related News Riset Surganya Para Bujangan Kota Mana Saja Hidup sendiri memang gampang gampang susah terutama saat memilih tempat tinggal Anda yang masih belum berkeluarga Read More Tweet Tahun Baru Turis Lokal Buru Bandung Bali Ini Plus Minus Mempekerjakan Gen Y Riset UI Meski Krisis Industri Rokok Tetap Joss Tahun 2016 Saham dan Komoditas Diprediksi Masih Lesu Riset Citi Anak

    Original URL path: http://swa.co.id/business-research/lima-tren-konsumen-digital-yang-jadi-peluang-bisnis (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Ini 6 Alasan Pelaku Usaha Tolak Cukai Minuman Berpemanis - Majalah SWA Online
    karbohidrat seperti nasi mie roti dan lain sebagainya catatan spesifik pada konsumsi minuman berkarbonasi bahkan paling rendah di ASEAN Data Kemenkes menunjukkan minuman berkarbonasi dikonsumsi oleh 1 1 populasi dengan konsumsi rata rata 2 4 ml hari 2 Distribusi produk minuman berkarbonasi minuman berpemanis juga tidak perlu diawasi Sebab peredarannya sudah melalui pengawasan dari BPOM Indonesia Setiap produk makanan dan minuman siap saji yang dipasarkan di Indonesia harus melalui proses kajian dan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan BPOM Indonesia Proses kajian terutama terkait dengan aspek keamanan pangan 3 T idak ada fakta ilmiah yang membuktikan adanya dampak kesehatan terkait Penyakit Tidak Menular PTM Berkaitan pandangan yang mengkaitkan minuman berpemanis dan atau berkarbonasi soda berbahaya bagi kesehatan sebagai penyebab sejumlah Penyakit Tidak Menular PTM tidak ada fakta ilmiah yang membuktikan adanya dampak kesehatan terkait Penyakit Tidak Menular PTM seperti diantaranya Obesitas Diabetes Hipertensi hingga Jantung yang semata mata disebabkan oleh faktor tunggal layaknya minuman berpemanis dan atau berkarbonasi catatan Asia Food Agricultural Science Technology Center SEAFAST Institute Pertanian Bogor melakukan studi tahun 2013 dan menyimpulkan bahwa karbonasi CO2 tidak berbahaya bagi kesehatan 4 Pengenaan Cukai Pada minuman berkarbonasi akan memberikan dampak ekonomi yang buruk Pada tahun 2012 lalu Lembaga Pengkajian Ekonomi ManajemenFakultas Ekonomi UI LPEM FEUI melakukan kajian terhadap dampak pengenaan ekonomi pengenaan dan memperkirakan bahwa pengenaan cukai khusus pada minuman berkarbonasi sebesar Rp 3000 liter dalam satu tahun akan memberikan dampak buruk pada konsumen industri dan Pemerintah a Penurunan pendapatan industri minuman ringan sebesar Rp 5 6 triliun b Penurunan pendapatan pemerintah sebesar Rp 783 4 miliar c Penurunan penerimaan pajak tidak langsung sebesar Rp 710 miliar 5 Di sektor investasi pengenaan cukai yang diskriminatif akan memberi sinyal negatif pada investor dan akan menurunkan daya saing industri di Indonesia terhadap negara lain seperti China Malaysia Vietnam dll Hal ini akan bertambah memberatkan ketika berhadapan dengan masuknya Indonesia kedalam komunitas Masyarakat Ekonomi ASEAN dalam waktu dekat 6 Sebagai industri yang padat karya pengenaan cukai juga akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja Data BPS 2014 mencatat tenaga kerja langsung industri minuman sebesar 130 000 Sementara itu industri minuman memiliki penggandaan tenaga kerja multiplier effect sebesar 4 025 yang berarti setiap 1 pekerjaan yang tercipta di industri minuman ringan akan menciptakan 4 pekerjaan di industri lain yang terkait EVA RELATED POST 10 Merek Pengiklan Terbesar di TV Pemasar Lokal Jempolan di LinkedIn Ini Dia Daftarnya Bioskop Dicabut dari Daftar Negatif Investasi Apa Dampaknya Jahja Setiaatmadja Jadi Best Marketeer 2015 Memprihatinkan 64 Warga Indonesia Tidak Taat Pajak 5 Tren Konsumen Digital Ini Bisa Jadi Peluang Bisnis Tweet APINDO Gapmmi Cukai Minuman Berpemanis Asrim Business Research No Comments Print this News Memprihatinkan 64 Warga Indonesia Tidak Taat Pajak Previous News Next News Tiga Tokoh Nasional Gabung di Lippo Group Related News Cukai Rokok untuk Tutupi Defisit JKN Porsi biaya kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan untuk melindungi 60 penduduk di tahun 2015 Read More Tweet Kado Akhir Tahun untuk Jokowi JK Riset Surganya Para Bujangan Kota Mana Saja Tahun Baru Turis Lokal Buru

    Original URL path: http://swa.co.id/business-research/enam-alasan-pelaku-usaha-tolak-cukai-minuman-berpemanis (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Memprihatinkan, 64% Warga Indonesia Tidak Taat Pajak! - Majalah SWA Online
    dikeluarkan Darussalam menyatakan bahwa adanya tax amnesty bukan berarti wajib pajak yang tidak patuh akan dibiarkan tidak membayar kewajiban yang tidak pernah belum dilaporkan dan dibayarkan karena secara umum wajib pajak yang tidak patuh wajib membayar tidak patuh tetap diwajibkan untuk membayar pajak atas ketidakpatuhannya di masa lampau Penentuan apakah terdapat perbedaan perlakuan antara wajib pajak tidak patuh dan patuh akan bergantung pada seberapa besar insentif Misalnya keringanan pokok pajak sanksi dan bunga keterlambatan yang diberikan pada wajib pajak yang tidak patuh Jika wajib pajak yang tidak patuh malah dikurangi bunganya maka bisa dikatakan wajib pajak yang tidak patuh malah dapat keuntungan lebih ujar Darussalam Meski demikian pengurangan atau penghapusan bunga dalam program tax amnesty dapat dijustifikasi karena akan menyebabkan perlakuan yang sama kepada semua wajib pajak dimasa yang akan datang Hal ini disebabkan karena basis pemajakan dan penghasilan yang dikenakan pajak akan meningkat akibat perubahan perilaku wajib pajak yang tidak patuh Pada akhirnya Darrusalam menilai semuanya akan menjadi fair Di Jerman program tax amnesty dibawa ke Mahkamah Konstitusi pada tahun 1990 Tax amnesty Jerman pada saat itu ditujukan pada aset yang tidak dilaporkan untuk tahun 1986 dan 1987 Saat itu wajib pajak diberkan kebebasan pokok dan sanksi Menurut MK Jerman pada saat itu tujuan tax amnesty adalah membawa wajib pajak tidak patuh menuju pada tax honesty ujar Darussalam Ia juga menyatakan bahwa tax amnesty dapat dinilai sebagai upaya transisi dalam perubahan rezim global terkait dengan perubahan perpajakan Selain itu hal ini juga didukung oleh era keterbukaan bank dalam tujuan penggalian potensi pajak Pada tahap awal penerapan pertukaran informasi secara otomatis dan keterbukaan akses perbankan domestik Saat itulah pemerintah akan berhadapan dengan jumlah penghasilan dan aset yang besar di luar negeri Keterbukaan tersebut akan menyelesaikan masalah ini ujar Darussalam EVA RELATED POST Babak Baru Perpajakan Indonesia Jahja Setiaatmadja Jadi Best Marketeer 2015 5 Tren Konsumen Digital Ini Bisa Jadi Peluang Bisnis Pelindo III Kelola Konsesi Terminal Teluk Lamong Selama 72 Tahun Hadapi MEA dengan Paduan Marketing Online dan Offline Strategi Canon Lirik Segmentasi Pasar Baru Tweet pajak keuangan swa 2015 Tax Amnesty Akutansi Business Research No Comments Print this News Strategi Canon Lirik Segmentasi Pasar Baru Previous News Next News Ini 6 Alasan Pelaku Usaha Tolak Cukai Minuman Berpemanis Related News Cukai Rokok untuk Tutupi Defisit JKN Porsi biaya kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan untuk melindungi 60 penduduk di tahun 2015 Read More Tweet Kado Akhir Tahun untuk Jokowi JK Riset Surganya Para Bujangan Kota Mana Saja Tahun Baru Turis Lokal Buru Bandung Bali Ini Plus Minus Mempekerjakan Gen Y Riset UI Meski Krisis Industri Rokok Tetap Joss Tahun 2016 Saham dan Komoditas Diprediksi Masih Lesu Riset Citi Anak Muda Ogah Galau Dengan Ekonominya Ini Alasan Mengapa Pertamina Paling Diburu Job Seekers Hanya 3 Hari Harbolnas Sedot Rp 2 1 Triliun Leave a Reply Cancel Reply Your email address will not be published Required fields are marked as Comment Name E Mail Website 8 se nty t o Please enter an answer in digits eight 3 Terpopuler Ini Tarif

    Original URL path: http://swa.co.id/business-research/64-warga-indonesia-tidak-taat-pajak-perlukah-tax-amnesty (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Pemasar Lokal Jempolan di LinkedIn, Ini Dia Daftarnya - Majalah SWA Online
    bisa berinteraksi langsung dengan pelanggan secara lebih personal dan targeted serta bisa menjadi salah satu saluran strategi digital perusahaan kata dia dalam rilisnya Daftar LinkedIn Most Engaged Marketers 2015 di Indonesia 1 Jersey INNOCENTO General Motors Indonesia 2 Yosua Tanuwiria Tauzia Hotel Management 3 Januar Robin Stanley PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk 4 Agita Saraswati SAP Indonesia 5 Widi Nugroho Sahib SOHO Group 6 Ricky Ardinaldi PT Foodventuria Indonesia 7 Aditya Aryatama WWF Indonesia 8 Hermanto OLX Indonesia 9 Ita Dwi Yulianti BONIA Indonesia 10 Triari Senawirawan Telkomsel RELATED POST 10 Merek Pengiklan Terbesar di TV Ini 6 Alasan Pelaku Usaha Tolak Cukai Minuman Berpemanis Bioskop Dicabut dari Daftar Negatif Investasi Apa Dampaknya 5 Tren Konsumen Digital Ini Bisa Jadi Peluang Bisnis Strategi Canon Lirik Segmentasi Pasar Baru Jahja Setiaatmadja Jadi Best Marketeer 2015 Tweet LinkedIn Media Sosial OLX Indonesia pemasar lokal identitas profesional Agita Saraswati Business Research No Comments Print this News Libatkan Partisipasi ASEAN dan China Aktivasi Merek BCA Terbaik di Indonesia Previous News Next News Penyerapan Anggaran Kemenpupera Baru 76 Persen Related News Riset Surganya Para Bujangan Kota Mana Saja Hidup sendiri memang gampang gampang susah terutama saat memilih tempat tinggal Anda yang masih belum berkeluarga Read More Tweet Tahun Baru Turis Lokal Buru Bandung Bali Ini Plus Minus Mempekerjakan Gen Y Riset UI Meski Krisis Industri Rokok Tetap Joss Tahun 2016 Saham dan Komoditas Diprediksi Masih Lesu Riset Citi Anak Muda Ogah Galau Dengan Ekonominya Ini Alasan Mengapa Pertamina Paling Diburu Job Seekers Hanya 3 Hari Harbolnas Sedot Rp 2 1 Triliun BUMN Indonesia Masih Kalah dengan Malaysia dan Singapura Tips Kelola Gaji Utang Boleh Tapi Leave a Reply Cancel Reply Your email address will not be published Required fields are marked as Comment Name E Mail Website f v e gh Please enter an

    Original URL path: http://swa.co.id/business-research/pemasar-lokal-jempolan-di-linkedin-ini-dia-daftarnya (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Bioskop Dicabut dari Daftar Negatif Investasi. Apa Dampaknya? - Majalah SWA Online
    kita punya 1 juta bioskop kalau kualitas filmnya jelek Saya yakin tidak ada yang mau nonton filmnya tutur Ody Hal senada juga disampaikan Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia GPBSI Melalui siaran persnya GPBSI menolak keras pencabutan DNI bioskop Ketua GPBSI Djonny Syafruddin juga menyesalkan berkembangnya wacana pencabutan DNI tanpa melibatkan asosiasi perbioskopan Kami yakin pencabutan usaha bioskop dari DNI akan menghantam perkembangan bioskop independen non jaringan ujar Djonny Tempo co RELATED POST 5 Tren Konsumen Digital Ini Bisa Jadi Peluang Bisnis Ini 6 Alasan Pelaku Usaha Tolak Cukai Minuman Berpemanis Pemasar Lokal Jempolan di LinkedIn Ini Dia Daftarnya 10 Merek Pengiklan Terbesar di TV Hore Harga Premium dan Solar Bakal Turun Memprihatinkan 64 Warga Indonesia Tidak Taat Pajak Tweet Investasi hiburan bioskop Daftar Negatif Investasi Cineplex21 Business Research Management No Comments Print this News Tunda Bayar Dividen Freeport McMoRan Bakal Irit Belanja Previous News Next News 2016 Selalu Ada Peluang tapi Jangan Optimistis Berlebihan Related News Cukai Rokok untuk Tutupi Defisit JKN Porsi biaya kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan untuk melindungi 60 penduduk di tahun 2015 Read More Tweet Kado Akhir Tahun untuk Jokowi JK Riset Surganya Para Bujangan Kota Mana Saja Tahun Baru Turis Lokal Buru Bandung Bali Ini Plus Minus Mempekerjakan Gen Y Riset UI Meski Krisis Industri Rokok Tetap Joss Tahun 2016 Saham dan Komoditas Diprediksi Masih Lesu Riset Citi Anak Muda Ogah Galau Dengan Ekonominya Ini Alasan Mengapa Pertamina Paling Diburu Job Seekers Hanya 3 Hari Harbolnas Sedot Rp 2 1 Triliun Leave a Reply Cancel Reply Your email address will not be published Required fields are marked as Comment Name E Mail Website 9 2 Please enter an answer in digits 4 1 Terpopuler Ini Tarif Baru Go Jek Masih Mau Pesan Mantan CEO Perusahaan Busana Muslim Jadi Bos Baru PT Pos Libur Panjang

    Original URL path: http://swa.co.id/business-research/bioskop-dicabut-dari-daftar-negatif-investasi-apa-dampaknya (2016-01-01)
    Open archived version from archive

  • Jahja Setiaatmadja Jadi Best Marketeer 2015 - Majalah SWA Online
    Kami mendorong matket mobil dengan membuat program beli satu mobil dapat 3 Dengan program ini omset BCA bisa meningkat dari Rp 1 8 triliun menjadi Rp 2 2 triliun Pada kuartal III tahun 2015 BCA mencatatkan pendapatan operasional Rp 34 4 triliun atau naik 13 9 Laba bersih BCA pun mencapai Rp 13 37 triliun atau tumbuh 9 6 dibandingkan tahun 2014 lalu Sedangkan rasio kredit macet atau non performing loan NPL BCA bertengger di 0 7 Semua pencapaian BCA tersebut tak lepas dari peran Jahja sebagai nakhoda kapal besar perbankan yang menentukan apakah BCA yang dipimpinnya harus melaju kencang atau perlahan EVA RELATED POST Memprihatinkan 64 Warga Indonesia Tidak Taat Pajak 2016 Selalu Ada Peluang tapi Jangan Optimistis Berlebihan 5 Tren Konsumen Digital Ini Bisa Jadi Peluang Bisnis Pelindo III Kelola Konsesi Terminal Teluk Lamong Selama 72 Tahun Hadapi MEA dengan Paduan Marketing Online dan Offline Strategi Canon Lirik Segmentasi Pasar Baru Tweet Award BCA Jahja Setiaadmadja swa 2015 Best Marketer Business Research Comments Off on Jahja Setiaatmadja Jadi Best Marketeer 2015 Print this News 10 Merek Pengiklan Terbesar di TV Previous News Next News Kini Belanja Sembako Bisa di SPBU Pertamina Related News Cukai Rokok untuk Tutupi Defisit JKN Porsi biaya kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan untuk melindungi 60 penduduk di tahun 2015 Read More Tweet Kado Akhir Tahun untuk Jokowi JK Riset Surganya Para Bujangan Kota Mana Saja Tahun Baru Turis Lokal Buru Bandung Bali Ini Plus Minus Mempekerjakan Gen Y Riset UI Meski Krisis Industri Rokok Tetap Joss Tahun 2016 Saham dan Komoditas Diprediksi Masih Lesu Riset Citi Anak Muda Ogah Galau Dengan Ekonominya Ini Alasan Mengapa Pertamina Paling Diburu Job Seekers Hanya 3 Hari Harbolnas Sedot Rp 2 1 Triliun Terpopuler Ini Tarif Baru Go Jek Masih Mau Pesan Mantan CEO Perusahaan Busana Muslim

    Original URL path: http://swa.co.id/business-research/jahja-setiaatmadja-jadi-best-marketeer-2015 (2016-01-01)
    Open archived version from archive



  •